![Pemimpin oposisi Malaysia yang juga Presiden Partai Keadilan Rakyat (PKR) Dato' Sri Anwar Ibrahim (tengah) didampingi pengacaranya Ramkapal Singh (kiri) melakukan jumpa pers di depan kantor Polisi Diraja Malaysia (PDRM) Bukit Aman, Kuala Lumpur, Malaysia, Jumat (16/10/2020). [ANTARA FOTO/Agus Setiawan]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2020/10/16/86946-anwar-ibrahim.jpg)
Persaingan Meningkat
Mengutip VOA, persaingan untuk menjadi Perdana Menteri Malaysia berikutnya meningkat pada Rabu (18/7/2021). Menjelang tenggat yang ditetapkan raja bagi anggota parlemen untuk mengajukan nama kandidat pilihan mereka.
Raja Sultan Abdullah Sultan Ahmad Shah telah mengesampingkan pemilihan umum baru karena banyak bagian negara itu adalah zona merah COVID-19 dan fasilitas kesehatan tidak memadai.
Muhyiddin Yassin, yang mengundurkan diri sebagai perdana menteri pada hari Senin (16/8), telah ditunjuk sebagai pemimpin sementara sampai ditetapkan penggantinya.
Baca Juga:Taliban Berhasil Kuasai Afghanistan, Partai Islam Malaysia Ucapkan Selamat
Muhyiddin mundur setelah kurang dari 18 bulan menjabat di tengah pertikaian dalam aliansinya dan meningkatnya kemarahan publik atas apa yang secara luas dianggap sebagai penanganan pandemi yang buruk oleh pemerintahannya.