Korban Lintah Darat : Tidak Bisa Tidur, Tidak Ada Nafsu Makan, Cemas, Berat Badan Turun

Korban pinjaman berbunga tinggi dari perusahaan lintah darat

Muhammad Yunus
Selasa, 10 Agustus 2021 | 18:00 WIB
Korban Lintah Darat : Tidak Bisa Tidur, Tidak Ada Nafsu Makan, Cemas, Berat Badan Turun
Ilustrasi cemas

Perusahaan lintah darat dan kaki tangannya pun mengancam akan merusak rumah para korban. Jika berhenti membayar hutang.

"Saya tidak bisa tidur. Tidak ada nafsu makan," ungkap Shahirah, korban lintah darat di Malaysia.

Selama berhubungan dengan perusahaan lintah darat, Shahirah mengaku selalu diliputi rasa cemas. "Berat badan saya turun," ungkapnya.

Asosiasi di Malaysia menyebut korban perusahaan lintah darat di Malaysia meningkat 30 persen selama pandemi Covid-19.

Baca Juga:Sedih 5 Calon Anggota Paskibra Sulsel Dipulangkan Karena Positif Covid-19

"Mereka gunakan rasa takut untuk menagih hutang. Memberi tekanan sebesar mungkin agar mendapatkan keuntungan besar," ungkap Nadzim Johan dari Lembaga Konsumen Muslim Malaysia.

Lintah darat di Malaysia berani memberi pinjaman hingga ratusan juta. Dengan bunga mulai 10 persen disertai syarat tersembunyi. Sehingga bisa menaikkan bunga hinga 10 persen setiap minggu.

"Tidak peduli berapa kita bayar. Tidak akan pernah cukup. Mereka (lintah darat) selalu minta lebih," kata salah seorang korban, Noradhiah.

Menurutnya para lintah darat selalu menghitung dan menyiapkan plot tertentu. Agar korban selalu membayar.

Shahirah mengaku terpaksa berutang untuk membangun bisnis kecil di tengah pandemi Covid-19. Tapi tidak menyangka, pinjaman ke lintah darat itu adalah awal petaka bagi dirinya.

Baca Juga:Basarnas Sulsel Latih Teknik Pencarian dan Pertolongan di Luwu Utara

PPIM pun membantu melakukan negosiasi agar sisa utang para korban bisa diringankan. Sampai akhirnya para korban diminta cukup membayar Rp 3 juta.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini