Nasib Penjual Bendera Merah Putih di Tengah Pandemi Covid-19

Pandemi Covid-19 tidak membuat warga berhenti berharap mendapatkan rezeki

Muhammad Yunus
Kamis, 05 Agustus 2021 | 17:04 WIB
Nasib Penjual Bendera Merah Putih di Tengah Pandemi Covid-19
Ahmad Yani, pedagang bendera merah putih di Jalan Toddopuli Raya Timur Kota Makassar [SuaraSulsel.id / Muhammad Aidil]

"Bervariasi harganya, kalau mereka minta Rp 30 ribu, kita kasih. Mereka minta Rp 25 ribu kita kasih. Yang penting barang cepat lepas. Kalau dulu kan 17 Agustus itu memang dirayakan. Umbul-Umbul plastik banyak yang cari di daerah lorong-lorong. Sekarang tidak ada kegiatan begitu," beber Kakek Ahmad.

Untuk persiapan momentum 17 Agustus tahun ini, Kakek Ahmad mengaku bendera yang sudah berhasil dikasih laku baru ada empat puluh lembar. Selama dua mingguan berdagang bendera belakangan ini. Meski terbilang cukup lumayan, tetapi hal itu belum dapat dipastikan perbandingannya dengan tahun-tahun sebelumnya. Pasalnya uang pribadi yang dikeluarkan Kakek Ahmad, semuanya belum kembali modal.

"Belum bisa saya pastikan juga karena belum ditahu. Belum juga kita dapat modal apa. Kalau tahun ini, saya sudah jualan dua Minggu di sini. Yang saya dapat pembeli sekarang baru Rp 1 juta. Saya tidak tahu berapa pembelinya. Pokoknya macam-macam karena ada yang beli 15 lembar bendera, ada yang beli 2 lembar, ada yang beli 3 lembar. Ada yang beli 1," tuturnya.

Setelah aturan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat alias PPKM diberlakukan, Kakek Ahmad, mulai berjualan bendera sejak pukul 08.00 Wita hingga pukul 18.00 Wita. Malam harinya sudah berhenti beroperasi agar menaati aturan yang dikeluarkan pemerintah.

Baca Juga:Bangkrut, Pengusaha Sound System Ngawi Ingin Tukar Peralatan dengan Ternak atau Beras

"Kalau saya lihat keadaan tidak terlalu juga. Pembeli juga agak kurang, tapi belum. Karena kalau hari Minggu biasa orang pada sibuk, libur. Baru ini. Karena saya waktu menjual ini masih tanggal tua, belum ada pembeli. Satu Minggu itu belum ada pembeli, nanti masuk tanggal 1 baru ada pembeli. Apalagi ada lagi PPKM ini. Ini yang bikin anu kita. Tapi mau diapa, pemerintah punya mau. Kita tidak bisa juga lawan pemerintah," katanya.

Kontributor : Muhammad Aidil

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini