Menjangkau masyarakat luas, mengeksplorasi budaya baru agar pikiran semakin terbuka serta lebih maju sekaligus membagikan pengetahuan kepada dunia luar tentang keindahan yang juga dimiliki Indonesia.
Cennet merupakan kata yang dalam bahasa Turki artinya Surga. Secara garis besar, novel ini menggambarkan tentang kisah cinta yang memberikan inspirasi untuk bersabar, ikhlas dan mengharap hanya kepada sang pencipta serta mengharap kebaikan bukan hanya dunia, namun juga akhirat.
Selain itu, cerita dari buku novel juga memberikan gambaran mengenai budaya Turki yang disampaikan melalui plot atau alur cerita di dalamnya dan juga beberapa percakapan kecil dalam bahasa Turki. Novel yang berjudul Cennet ini sedang dalam proses pencetakan setelah melalui masa pre-order dari tanggal 01 sampai 07 Juli 2021.
Novel lain berjudul "Asa di Selimut Duka", karya Abdul Masli mengandung makna selalu ada kebaikan dalam setiap peristiwa pahit yang terjadi, memberikan gambaran bahwa manusia semestinya dapat bersabar, mengambil makna dan bangkit untuk mengupayakan perubahan.
Baca Juga:Mahasiswa dan Alumni Unhas Antusias Ikuti Vaksinasi Covid-19
Sementara itu, untuk novel Enamore karya Salwa Salsabila Mudian berkisah tentang self love dan quarter life crisis yang disajikan dalam bentuk romance untuk menyebarkan semangat positif kepada para pembaca.
Tiga mahasiswa Universitas Hasanuddin melalui Unit Kegiatan Mahasiswa Keilmuan dan Penalaran Ilmiah (UKM-KPI) mengembangkan kemampuan menulis dengan menghasilkan tiga novel, masing-masing:
1. Anugerah Julia, Sastra Prancis FIB Unhas, Angkatan 2017, dengan novel berjudul: "Enamore" diterbitkan oleh Ruang Karya.
2. Abdul Masli, Antropologi Fisip Unhas, Angkatan 2015, dengan novel berjudul: "Asa di Selimut Duka" diterbitkan oleh Subaltern.
3. Salwa Salsabila Mudian, Ilmu Hukum FH Unhas, Angkatan 2018, dengan novel berjudul: "Cennet" yang diterbitkan oleh Ruang Karya.
Baca Juga:Layanan Eazy Passport, Cara Mudah dan Aman Bikin Paspor di Tengah Pandemi