Jokowi Kritik Perilaku ASN : Bukannya Zamannya ASN Dilayani Seperti Zaman Penjajahan

Presiden Joko Widodo menghadiri peluncuran Core Values dan employer branding Aparatur Sipil Negara

Muhammad Yunus
Selasa, 27 Juli 2021 | 12:12 WIB
Jokowi Kritik Perilaku ASN : Bukannya Zamannya ASN Dilayani Seperti Zaman Penjajahan
Pernyataan Presiden Jokowi tentang Perkembangan Terkini PPKM.

SuaraSulsel.id - Presiden Joko Widodo menghadiri peluncuran Core Values dan employer branding Aparatur Sipil Negara atau ASN secara virtual, Selasa (26/7/2021).

Jokowi mengatakan, setiap ASN harus mempunyai jiwa untuk melayani untuk membantu masyarakat. Karena itu, kata Jokowi, ASN dilengkapi dengan kewenangan dan sumber daya yang diberikan oleh negara.

"Otoritas dan sumber daya ini harus digunakan secara akuntabel, dengan loyalitas tinggi kepada pemerintah bangsa dan negara. Serta menjaga kehidupan masyarakat yang harmonis," katanya.

Dalam acara tersebut, Jokowi menyebut aparatur sipil negara atau ASN bukanlah pejabat yang minta dilayani atau pejabat seperti zaman kolonial.

Baca Juga:Blusukan Jokowi ke Apotek Menuai Kritik, Ali Ngabalin: Barisan Sakit Hati

Namun setiap ASN, kata Jokowi, harus memiliki orientasi yang sama. Memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

"Setiap ASN harus mempunyai orientasi yang sama, yaitu memberikan pelayanan terbaik untuk masyarakat. ASN bukan pejabat yang justru minta dilayani yang bergaya seperti pejabat zaman kolonial dulu, itu tidak perlu lagi, bukan zamannya lagi," ujar Jokowi

Jokowi mengatakan di tengah dunia yang penuh disrupsi, peningkatan kapasitas dan kompetensi serta kemampuan beradaptasi dengan perubahan menjadi mutlak bagi ASN.

Menurut Jokowi, banyak sekali masalah yang tidak bisa dipecahkan oleh satu dinas, satu daerah, satu kementerian atau lembaga, maupun, oleh satu keahlian dan satu disiplin ilmu.

Karenanya, kolaborasi lintas organisasi, lintas daerah lintas ilmu, lintas profesi menjadi sangat penting.

Baca Juga:Aturan Lengkap untuk PNS Selama PPKM, Ini Rinciannya

"Semua masalah selalu lintas sektor dan lintas disiplin. Saat ini dunia menjadi serba hybrid serba kolaboratif, tidak boleh lagi ada ego baik ego sektor, ego daerah dan ego ilmu," tutur Jokowi.

Tak hanya itu, Kepala Negara menuturkan bahwa setiap pemerintah daerah memiliki semboyannya masing-masing.

Kata Jokowi, ada semboyannya yang berhati nyaman, berirama, bersahabat dan masih banyak lainnya.

"Variasi semboyan antar daerah itu baik-baik saja, setiap daerah mempunyai kekhasan masing-masing, bahkan banyak daerah yang semboyannya menggunakan bahasa daerah. Kekhasan daerah itu memperkaya keberagaman kita, asalkan sesuai dengan Pancasila dan nilai-nilai universal," kata Jokowi.

Karena itu, Jokowi menegaskan bahwa setiap aparatur sipil negara dimanapun bertugas, seharusnya memegang teguh nilai-nilai dasar yang sama serta mempunyai semboyan yang sama,

ASN yang bertugas sebagai pegawai pusat maupun pegawai daerah harus mempunyai core values yang sama.

"ASN yang berprofesi sebagai dosen, guru, jaksa dokter, perawat, analisis kebijakan sebagai administratur, juga petugas Satpol PP, seharusnya mempunyai nilai dasar yang sama, bahkan pegawai BUMN dan pegawai pegawai yang lain juga sebaiknya mempunyai proposisi nilai rujukan yang sama," katanya.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini