alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Tas Nuklir Presiden AS Penyebab Keamanan China Berkelahi Dengan Ajudan Militer AS

Muhammad Yunus Rabu, 21 Juli 2021 | 08:32 WIB

Tas Nuklir Presiden AS Penyebab Keamanan China Berkelahi Dengan Ajudan Militer AS
Marinir AS yang bertugas sebagai ajudan militer di Gedung Putih membawa "nuclear footbal", tas berisi kode serangan nuklir, 1992 [Antara]

Kementerian Pertahanan AS akan mengevaluasi protokol keselamatan seputar "nuclear football"

SuaraSulsel.id - Pengawas Pentagon atau Kementerian Pertahanan AS mengatakan akan mengevaluasi protokol keselamatan seputar "nuclear football". Tas koper berisi kode yang diperlukan Presiden AS untuk melakukan serangan nuklir.

Salah satu tas nuklir tersebut nyaris berada dalam jangkauan para perusuh yang menyerbu gedung Kongres AS, Capitol, pada 6 Januari 2021.

Dalam sebuah pemberitahuan singkat, Kantor Inspektur Jenderal mengatakan mereka akan mengevaluasi sejauh mana pejabat Pentagon dapat mendeteksi dan merespons. Jika Koper Darurat Presiden itu "hilang, dicuri atau disusupi".

"Kami dapat merevisi tujuan itu saat evaluasi berlangsung," kata mereka.

Baca Juga: Tentara AS Banyak Peluk Marxisme, Komandan Luar Angkasa Dipecat

Seorang pejabat AS, tanpa mau disebut namanya, mengatakan kekhawatiran seputar pengepungan 6 Januari telah mendorong evaluasi. Pada tanggal itu, Wakil Presiden Mike Pence berada di Capitol, ditemani seorang ajudan militer yang membawa tas nuklir cadangan, ketika gedung tersebut diserbu pendukung mantan Presiden Donald Trump.

Tas koper tersebut menyimpan kode yang akan digunakan presiden untuk mengotentikasi sebuah perintah untuk meluncurkan rudal nuklir saat dia tidak berada di Gedung Putih.

Rekaman video keamanan yang dipublikasikan dalam sidang pemakzulan Trump memperlihatkan Pence dan sang ajudan, yang membawa tas nuklir, diantar ke tempat aman ketika para pemrotes makin mendekati lokasi mereka.

"(Tas itu) Tak pernah dalam bahaya," kata seorang sumber yang mengetahui peristiwa itu.

Bahkan jika para perusuh berhasil mengambil tas nuklir itu, setiap perintah serangan nuklir masih perlu dikonfirmasi dan diproses oleh militer.

Baca Juga: Beri Dukungan, Joe Biden Sebut Israel Berhak Membela Diri ketika Diserang

Namun peristiwa 6 Januari hanya satu dari sekian banyak kejadian selama pemerintahan Trump di mana keamanan tas nuklir mengundang pertanyaan.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait