alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Keutamaan dan Niat Puasa Arafah 9 Dzulhijjah, Senin 19 Juli 2021

Muhammad Yunus Senin, 12 Juli 2021 | 05:00 WIB

Keutamaan dan Niat Puasa Arafah 9 Dzulhijjah, Senin 19 Juli 2021
Ilustrasi berpuasa (Shutterstock)

Kementerian Agama telah menetapkan Idul Adha jatuh pada Selasa 20 Juli 2021

SuaraSulsel.id - Kementerian Agama telah menetapkan Idul Adha jatuh pada Selasa 20 Juli 2021. Sehari sebelum Idul Adha atau 9 Dzulhijjah, Senin 19 Juli 2021. Ada satu amalan puasa sunnah yang sangat dianjurkan. Bagi umat muslim. Namanya puasa Arafah.

Mengutip Wahdah.or.id puasa arafah adalah puasa yang dilakukan pada tanggal 9 Dzulhijjah. Tepat saat jemaah haji melakukan wuquf di Padang Arafah.

Puasa ini disunatkan bagi setiap muslim yang tidak melakukan ibadah haji. Mengenai puasa ini Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam bersabda artinya :

“Saya mengharap kepada Allah agar puasa hari arafah bisa menghapuskan (dosa) pada tahun sebelumnya dan tahun sesudahnya”. (HR Muslim 1162)

Baca Juga: Puasa Sebelum Idul Adha: Waktu Pelaksanaan dan Keutamaannya

Adapun bagi yang sedang melakukan ibadah haji maka mereka disunatkan untuk tidak berpuasa pada hari ‘arafah karena Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam dan para sahabatnya termasuk Abu Bakr, Umar dan Utsman radhiyallahu’anhum tidak berpuasa ‘arafah tatkala melakukan ibadah haji.

Kecuali bagi jamaah haji yang berhaji tamattu’ dan tidak mendapatkan hadyu atau dam, maka boleh baginya berpuasa dihari ‘arafah dan hari-hari tasyriq.

Apakah puasa ini bisa menghapus semua jenis dosa ; dosa-dosa kecil dan besar yang dilakukan dalam dua tahun tersebut atau cuma menghapuskan dosa-dosa kecil tanpa dosa besar ? Para ulama berbeda dalam dua pendapat :

Pendapat pertama : Pendapat madzhab Dzhahiriyah dan dipilih oleh Syaikhul islam Ibnu Taimiyah yaitu puasa ini dapat menghapus dosa kecil maupun besar, diantara dalil mereka yang menegaskan bahwa amalan bisa menghapus dosa-dosa besar adalah hadis shahihain dari sahabat Abu Hurairah radhiyallahu’anhu :

Artinya : “Barangsiapa yang menunaikan haji karena Allah, lalu ia tidak berkata keji dan berbuat fasik ,maka ia akan disucikan dosa-dosanya sebagaimana keadaannya ketika ia dilahirkan oleh ibunya” (Bukhari ; 1819, dan Muslim ; 3358)

Baca Juga: Hukum Puasa Arafah Sebelum Hari Raya Idul Adha

Pendapat kedua : Pendapat jumhur ulama (termasuk Imam madzhab yang empat) bahwa yang dihapus hanyalah dosa-dosa kecil, adapun dosa-dosa besar hanyalah bisa terhapus dengan taubat, hal ini sesuai dengan dalil firman Allah ta’ala artinya :

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait