Sebelum kenaikan harga kedelai terjadi, kata Harun, dia dapat memproduksi tempe dan tahu seratusan talang setiap hari. Tetapi, karena mahalnya harga kedelai tersebut jumlah produksi harus dikurangi.
"Sebelum pandemi Rp35 ribu saja. Sekarang sudah naik Rp43 ribu percetak. Harga kedelai saat ini menyusahkan kita. Setengah mati usaha kalau begini terus, kalau kita tutup mau makan apa juga," katanya.
Kontributor : Muhammad Aidil
Baca Juga:Perajin Siap Mogok Lagi, Siap-siap Susah Cari Tahu di Bandung