Dengan adanya informasi Indonesia tidak mendapatkan kuota haji tahun 2021, banyak calon jemaah haji di Sulsel yang merasa kecewa karena tidak dapat berangkat.
"Pastilah jemaah itu merasa kecewa dan apalah mungkin. Tapi saya mengharap bahwa menjaga kesehatan lebih utama dari pada melaksanakan ibadah haji tapi nyawanya terancam, ya lebih baik menjaga kesehatan dulu," ungkap Ali Yafid.
Menurut Ali Yafid, jika Indonesia diberikan kuota haji maka semua jemaah yang akan diberangkatkan harus divaksin lebih dahulu. Semua ini dilakukan agar jemaah yang diberangkatkan tidak terpapar Covid 19.
Namun, sampai hari ini belum ada syarat yang diberikan kepada calon jemaah haji. Termasuk kriteria, mengenai pembatasan umur bagi jemaah haji yang akan berangkatkan nantinya.
Baca Juga:Arab Saudi Belum Beri Kepastian, Indonesia segera Putuskan soal Ibadah Haji
"Nggak ada syaratnya dari Arab. Kita cuma memetakan aja mewanti-wanti nanti kalau kuota itu dibuka kemungkinan yang pertama harus divaksin, kedua vaksin meningitis dan ketiga paspor jemaah harus disiapkan. Kan begitu," kata dia.
"Kriteria nggak ada sampai hari ini. Maksudnya kalau satu dua hari ini dibuka kemungkinan pembatasan umur itu ada. Tapi kalau tidak dibuka ya tidak ada, makanya belum ada persyaratan itu karena belum dibuka. Kalau dibuka untuk Indonesia syaratnya mungkin baru dikasih," sambung Ali Yafid.
Kontributor : Muhammad Aidil