alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

PTPN XIV Lakukan Giling Tebu Perdana di Pabrik Gula Takalar

Muhammad Yunus Rabu, 26 Mei 2021 | 09:29 WIB

PTPN XIV Lakukan Giling Tebu Perdana di Pabrik Gula Takalar
Pabrik Gula Takalar melakukan acara seremoni dimulainya penggilingan padi, Selasa 25 Mei 2021 / [SuaraSulsel.id / Istimewa]

Target tebu sebanyak 260.000 ton dengan randemen 8,3% dan produksi gula 22.000 ton

SuaraSulsel.id - PT Perkebunan Nusantara (PTPN) XIV menggelar giling perdana tebu di Pabrik Gula Takalar, Sulawesi Selatan, pada Selasa, 21 Mei 2021.

Manajer Pabrik Gula Takalar, Muhammad Syahrul, melaporkan target tebu sebanyak 260.000 ton dengan randemen 8,3% dan produksi gula 22.000 ton.

Pada RKAP jumlah tebu tersebut, target randemennya hanya 7,9% dan target produksi Gula Kristal Putih (GKP) 20.242 ton. Olehnya, Manajer dan seluruh karyawan PG Takalar bertekad bukan mencapai target RKAP tetapi dapat melampaui RKAP.

Direktur PTPN XIV Suhendri yang dilantik sehari sebelumnya menyampaikan, target produksi gula yang telah disampaikan tadi sebanyak 260.000 ton dengan tingkat randemen 8%.

Baca Juga: Profil KH Hasyim Asyari, Pendiri NU yang Namanya Hilang di Buku Sejarah

Suhendri berharap ini bisa digenjot lagi di tahun selanjutnya. Untuk bisa mencapai target randemen 12%.

Ada dua hal yang akan diusahakan di PTPN XIV. Yaitu membuat pendapatan lebih teratur dan mengontrol biaya seoptimal mungkin. Sehingga harga pokok menjadi rendah dan bisa bertransformasi mendukung yang ditanamkan oleh holding.

Ia berpesan kepada seluruh pimpinan, staf dan pekerja yang telibat. Untuk senantiasa berikhtiar dan berdoa. Apapun hasil yang didapatkan setelah giling adalah yang terbaik. Setiap proses yang dilewati untuk diambil pelajarannya.

"Kalian punya organ, pikiran, hati dorong keseluruhan itu, kita bicarakan apa yang kita lakukan dan lakukan apa yang kita bicarakan dan buat semuanya itu menjadi lebih baik untuk kedepan," jelas Suhendri.

Komisaris Utama PTPTN XIV, Prof Ambo Ala juga ikut berpesan pada proses giling perdana ini, terkait estetika tanaman, bagaimana kita mengenali tanaman ketika lapar haus dan membutuhkan sesuatu.

Baca Juga: Soal Lahan Ponpes Megamendung, AHER dan RY Disebut Habib Rizieq Terlibat

"Saat ini kita sedang berada pada posisi mendaki, tentunyaa butuh energi yang lebih banyak, tapi dari setiap kita melangkah saat itu juga kita berada pada posisi yang lebih tinggi," jelas Ambo Ala.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait