alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Pemerintah Klaim Pengelolaan TMII Transparan, Bagaimana Nasib Karyawan ?

Muhammad Yunus Senin, 12 April 2021 | 17:47 WIB

Pemerintah Klaim Pengelolaan TMII Transparan, Bagaimana Nasib Karyawan ?
Pengunjung berekreasi di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Jumat (30/10/2020). [Suara.com/Angga Budhiyanto]

Moeldoko meminta manajemen Taman Mini Indonesia Indah (TMII) mulai menyiapkan diri

SuaraSulsel.id - Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko meminta manajemen Taman Mini Indonesia Indah (TMII) mulai menyiapkan diri. Seiring dimulainya masa transisi pengelolaan ke Pemerintah.

Pernyataan Moeldoko disampaikan saat dirinya berkunjung ke TMII di Jakarta Timur, Senin 12 April 2021.

“Semua harus berjalan secara transparan, sehingga tidak ada persoalan,” ujar Moeldoko.

Pemerintah, kata Moeldoko, juga telah menyiapkan BUMN Pariwisata untuk mengelola TMII. Beberapa rencana pun telah dipersiapkan.

Baca Juga: 44 Tahun Kelola TMII, Yayasan Keluarga Cendana Ngaku Tanpa Bantuan Negara

Mulai dari peningkatan fungsi anjungan-anjungan daerah yang akan dijadikan tempat berkumpulnya inovator sosial, budaya dan teknologi.

Hingga membuka ruang bersama bagi para penggemar teknologi untuk membawa Indonesia menuju Industri 4.0.

Tidak hanya itu, mantan Panglima TNI ini juga mengatakan, TMII bisa jadi tempat kajian, riset hingga pengembangan peradaban suku-suku budaya Indonesia.

Dengan begitu, pengunjung yang datang bisa membayangkan luasnya Indonesia yang terdiri dari berbagai suku, budaya, dan agama.

“Maka tidak lagi ada berbicara perbedaan suku, budaya, agama, tapi bicara persatuan dan kesatuan,” harap Moeldoko.

Baca Juga: Isu Jokowi Bentuk Yayasan Baru untuk Kuasai TMII, Ali Ngabalin: Hoax!

Di sisi lain, Moeldoko juga menyampaikan, pengelolaan TMII ke depan bisa memberikan kontribusi yang lebih besar ke Negara.
Apa yang disampaikan Moeldoko bukan tanpa sebab. Karena menurutnya potensi TMII yang memiliki luas 146,7 hektare tidak sekadar untuk kepentingan aspek sosial dan budaya, karena ada beberapa kawasan yang punya potensi ekonomi.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait