Viral Gus Dur Sebut PKB Dicuri Muhaimin Dibantu SBY, Netizen: Karma...

Akhir-akhir ini beredar sebuah video rekaman lama pernyataan KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur tengah menyampaikan pidatonya terkait kisruh di internal PKB pada 2008 silam.

Muhammad Taufiq
Minggu, 07 Maret 2021 | 17:11 WIB
Viral Gus Dur Sebut PKB Dicuri Muhaimin Dibantu SBY, Netizen: Karma...
Gus Dur dalam sebuah video yang viral di media sosial [Foto: Tangkapan layar Twitter]

SuaraSulsel.id - Akhir-akhir ini beredar sebuah video rekaman lama pernyataan KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur tengah menyampaikan pidatonya terkait kisruh di internal PKB pada 2008 silam.

Saat panas-panasnya konflik PKB ini, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menjabat sebagai presiden dan wakilnya Jusuf Kalla. Video tersebut viral di media sosial sebab Gus Dur menyebut SBY terlibat kisruh PKB.

Video ini diunggah oleh akun Twitter @DiantyYasmin3. Dalam narasi unggahannya ia menyebut pidato Gus Dur itu disampaikan saat SBY menjadi Presiden RI.

Lantas akun @DiantyYasmin3 menyebut pidato Gus Dur itu merupakan karma SBY usai kepemimpinan putranya AHY di Partai Demokrat dikudeta oleh Moeldoko lewat KLB.

Baca Juga:Saiful Mujani: Hasil Akhir Manuver Moeldoko Adalah Membunuh Partai Demokrat

"Saat SBY menjadi Presiden, Gus Dur mengaku PKB yang didirikannya dicuri Muhaimin Iskandar yang dibantu SBY Karma itu nyata pa beye," cuit DiantyYasmin3.

Dikutip dari Makassarterkini.com, jejaring suara.com, bila dilihat dari video tersebut, Minggu 7 Maret 2021, tampak Gus Dur tengah tengah duduk di kursi roda sambil menyampaikan isi pidatonya.

Dalam pidatonya itu, Gus Dur mengatakan Muhaimin Iskandar telah mengambil dan mencuri PKB dibantu oleh pemerintah.

"Dalam menanggapi PKB yaitu yang diambil Muhaimin Iskandar, dicuri," ujar Gus Dur dalam video itu disambut sorakan sejumlah orang.

"Dicuri dengan bantuan pemerintah," kata Gus Dur.

Baca Juga:Agar Tak Malu Sama Tuhan, Denny Siregar Ingatkan SBY Tentang Gus Dur

Gus Dur juga pernah mengatakan kalau Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Wapres Jusuf Kalla saat itu terlibat dalam konflik di partai besutannya.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini