Idealnya untuk Sulawesi Selatan, 1200-1300 sampel setiap hari pemeriksaan swab/PCR diluar pemeriksaan penderita positif Covid-19.
"Setelah itu kita masuk kepada pendidikan disiplin hidup bersih sehat, penerapan protokol kesehatan dari rumah hingga ke sekolah. Termasuk mempersiapkan kebutuhan penunjang kesehatan anak seperti masker, bekal makanan dan air minum, pembersih tangan, hingga rencana transportasi harus steril. Intinya IDI Makassar tolak kebijakan buka sekolah saat Covid-19 masih tinggi di Sulsel," pungkas Siswanto.
Sebelumnya, Kepala Dinas Pendidikan Sulsel Muhammad Jufri mempertimbangkan pembukaan sekolah tatap muka secara bertahap.
Pembukaan sekolah tatap muka ini dikhususkan bagi siswa kelas XII jenjang SMA/SMK. Mendapat penolakan keras Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kota Makassar.
Baca Juga:Langgar Protokol Kesehatan, Selebgram Makassar Minta Maaf