alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

2 Dosen UMI yang Berkelahi Terancam Sanksi

Muhammad Yunus Selasa, 23 Februari 2021 | 05:59 WIB

2 Dosen UMI yang Berkelahi Terancam Sanksi
Tangkapan layar dosen Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar berkelahi. Peristiwa disebut terjadi hari ini, Senin (22/12/2021) / [Istimewa]

Sanksi non aktif akan diberlakukan Universitas Muslim Indonesia

SuaraSulsel.id - Dekan Fakultas Sastra Universitas Muslim Indonesia (UMI) Prof Muhammad Basri mengatakan, dua dosen Fakultas Sastra yang terekam video berkelahi bisa dikenakan sanksi. Apabila terbukti melanggar. Saat pemeriksaan kode etik dosen.

Megutip dari KabarMakassar.com -- jaringan Suara.com, sanksi non aktif akan diberlakukan Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar apabila terbukti dua dosen yang terlibat perkelahian dinyatakan bersalah.

"Kalau memang dianggap satu kekerasan bisa jadi. Tapi sampai hari ini belum bisa kita katakan (kekerasan) karena nanti sudah ditangani kode etik tingkat Universitas. (Selanjutnya) mencari pasal-pasal," tutur Prof Basri, Senin (22/2).

Basri mengaku perdebatan antar dua dosen itu hanyalah salah paham saja.

Baca Juga: Kisah Mahasiswi Hindu Universitas Muslim Indonesia Disuruh Pakai Jilbab

"Itu soal kesalahpahaman saja dan saya berpikir itu aksidental. Kami sudah panggil yang berdua, mau damaikan karena tingkatan di fakultas itu harus ada upaya. Sebelum dikirim ke tingkat universitas kita dulu ada upaya (penyelesaian) di tingkat fakultas," jelas Basri.

Kedua dosen itu diketahui menduduki jabatan penting di Fakultas Sastra. Sama-sama menduduki jabatan Ketua Jurusan Program Studi.

"Iya betul, sama-sama ketua prodi, yang perempuan Ketua Prodi Ilmu Komunikasi, yang satu (Laki-laki) Ketua Prodi Pendidikan Bahasa Inggris," sebutnya.

Apabila dari pemeriksaan fakultas ada yang merasa dirugikan, Basri mengaku akan dilanjutkan pemeriksaannya ke tingkat universitas.

"Iya, jadi kalau misalkan di tingkat fakultas ada yang merasa dirugikan itu kita teruskan ke tingkat universitas karena di sana ada bagian kode etik," bebernya.

Baca Juga: Air Mata Dosen Menetes, Mahasiswi Beragama Hindu Harus Memakai Jilbab

Basri berharap kasus ini tidak melebar keluar kampus. Utamanya bagi mahasiswa agar tidak terprovokasi untuk membuat aksi balasan.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait