Gempa Susulan Majene dan Mamuju Masih Terus Terjadi, Ini Penjelasan BMKG

Potensi munculnya gempa yang lebih besar dari 6,2 SR tidak terlihat

Muhammad Yunus
Kamis, 04 Februari 2021 | 09:59 WIB
Gempa Susulan Majene dan Mamuju Masih Terus Terjadi, Ini Penjelasan BMKG
Gambaran kasar dan sederhana mekanisme sumber gempa di Majene dan Mamuju / [Sumber : Twitter Daryono]

Lalu, gempa Majene yang terjadi pada dua hari berurutan yaitu 14 Januari 2021 dengan M5,9 dan 15 Januari 2021 dengan M6,2.

Ahli geologi Institut Teknologi Bandung (ITB) Benyamin Sapiie menyampaikan bahwa daerah Majene dan Mamuju merupakan daerah aktif deformasi berupa lipatan anjakan, yang melibatkan batuan dasar dan memperlihatkan keaktifan gempa tinggi.

“Gempa Mamuju yang terjadi juga diakibatkan oleh aktivitas sesar naik pada zona fold-thrust-belt di bawah permukaan yang melibatkan batuan dasar, yang merupakan bagian dari zona FTB Sulawesi Barat,” tambah Sapiie.

Pascagempa M6,2 BMKG mencatat hingga Senin, 1 Februari 2021, telah terjadi 39 kali gempa susulan. “Total jumlah gempa sejak terjadi gempa pembuka tercatat 48 kali dengan gempa dirasakan sebanyak 10 kali,” ujar Daryono.

Baca Juga:Kisah Relawan Korban Gempa Majene, Menembus Rimba hingga Dua Sungai Besar

Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat membentuk tim lintas instansi pasca gempa bumi.

Gempa bermagnitudo 6,2 telah menghancurkan beberapa fasilitas perkantoran, umum, dan sosial. Khususnya di Mamuju dan Majene.

Sebagai jantung pemerintahan, tentu ini sangat memberi pengaruh besar. Terkhusus dalam melakukan pelayanan kepada masyarakat.

Mengingat banyaknya bangunan dan jalan mengalami kerusakan, pemerintah berinisiatif untuk menyampaikan usulan kepada Kementerian PU.

“Kita dorong perbaikan Jalan Taan dan Kopeang ke Kementerian PU. Ini harus dimasukkan dalam usulan nanti dan dipaparkan di depan Pak Menteri,“ Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Barat, Muhammad Idris.

Baca Juga:BMKG: Sulawesi Barat Sangat Rawan Gempa

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini