alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Baim Wong Lihat Korban Banjir Kalimantan, Emak-emak : Cari Janda atau Gadis

Muhammad Yunus Minggu, 24 Januari 2021 | 09:13 WIB

Baim Wong Lihat Korban Banjir Kalimantan, Emak-emak : Cari Janda atau Gadis
Baim Wong mengunjungi korban banjir di Kalimantan Selatan / [Foto tangkapan layar akun youtube Baim Paula]

Artis dan youtuber Baim Wong mengunjungi korban banjir di Paku Alam, Kalimantan Selatan

SuaraSulsel.id - Artis dan youtuber Baim Wong mengunjungi korban banjir di Kalimantan Selatan. Menggunakan perahu, Baim Wong diantar warga melihat kondisi warga yang rumah terendam banjir.

Baim Wong juga diajak melihat lokasi pengungsian di tengah luapan banjir. Tepatnya di wilayah Paku Alam.

Baim bercengkrama dan menyapa warga. "Sehat-sehat yah bu," kata Baim, dalam tayanga kanal Youtube Baim Wong.

Baim Wong juga terlihat membagikan paket makanan dan sembako melalu perahu kecil yang ditumpangi. Masuk ke pemukiman warga yang terendam banjir.

Baca Juga: Nikita Mirzani Beri Bantuan ke Korban Gempa Sulbar dan Banjir Kalsel

Warga korban banjir terlihat gembira. Melihat Baim Wong datang dan menyapa korban banjir. Beberapa warga menanyakan kondisi istri Baim Wong dan anaknya Kiano.

"Tidak bisa lagi nonton Kiano karena listrik mati," kata warga.

Warga yang mengiringi Baim Wong dengan perahu juga bersenda gurau. Memberikan pantun untuk Suami Paula tersebut.

Emak-emak korban banjir memberikan pantun seperti ini :

Kucing kurus mandi di papan. Mandi di papan kayu jati. Aku (Cik Bay) kurus bukan tak makan. Karena liat Mas Baim si jantung hati.

Baca Juga: Jadi Relawan di Kalsel, Baim Wong Rasakan Nikmatnya Makan di Pengungsian

Usai memberikan pantun, Ibu ini diberikan uang Rp 100 ribu oleh pria yang memberikan tantangan pantun.

Ibu-ibu lainnya memberikan pantun :

Kembang teratai Si Kembang Mawar dipetiknya di tengah hutan. Tujuan apa abang datang ke paku Alam cari janda atau gadis kembang ?

"Haa..aa..," respon Baim mendengar pantun dari ibu-ib korban banjir kepadanya.

"Pintar yah dia," kata Baim.

Dalam kunjungannya ke Kalimantan Selatan, tangan Baim Wong sempat terjepit perahu. Sehingga tangannya refleks menyentuh HP sampai jatuh ke dalam air. Beruntung HP Baim Wong bisa ditemukan warga dan masih bisa berfungsi.

Emak-emak korban banjir di Kalimantan Selatan memberikan pantun untuk Baim Wong / [Foto tangkapan layar akun youtube Baim Paula]
Emak-emak korban banjir di Kalimantan Selatan memberikan pantun untuk Baim Wong / [Foto tangkapan layar akun youtube Baim Paula]

Dugaan terjadinya deforestasi disebut menjadi penyebab banjir di Kalimantan Selatan (Kalsel).

Namun tudingan itu dibantah Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya Bakar.

Nurbaya menegaskan, bahwa selama lima tahun terakhir, pihaknya menyebut rehabilitasi daerah aliran sungai (DAS) di Kalsel dilakukan sangat masif.

Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) mengungkap penyebab banjir Kalsel atau Kalimantan Selatan. Penyebab banjir Kalsel karena 139 hektar hutan berkurang dalam kurun waktu 10 tahun.

LAPAN menganalisa penyempitan kawasan hutan telah meningkatkan risiko banjir di Kalimantan Selatan. Ini hasil kajian LAPAN.

Hasil analisis menunjukkan adanya kontribusi penyusutan hutan dalam kurun 10 tahun terakhir terhadap peningkatan risiko banjir di wilayah Kalimantan Selatan.

Emak-emak korban banjir di Kalimantan Selatan memberikan pantun untuk Baim Wong / [Foto tangkapan layar akun youtube Baim Paula]
Emak-emak korban banjir di Kalimantan Selatan memberikan pantun untuk Baim Wong / [Foto tangkapan layar akun youtube Baim Paula]

Data tutupan lahan menunjukkan bahwa dari tahun 2010 sampai 2020 terjadi penyusutan luas hutan primer, hutan sekunder, sawah, dan semak belukar masing-masing 13 ribu hektare (ha), 116 ribu ha, 146 ribu ha, dan 47 ribu ha di Kalimantan Selatan.

Sedangkan area perkebunan di wilayah itu menurut data perubahan tutupan lahan luasnya bertambah hingga 219 ribu ha.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait