Takut Dijarah, Minimarket di Lokasi Gempa Mamuju Dijaga Polisi Bersenjata

Mereka menjaga toko retail dan SPBU yang berada di wilayah Martadinata, Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar), Selasa (19/1/2021).

Pebriansyah Ariefana
Selasa, 19 Januari 2021 | 13:52 WIB
Takut Dijarah, Minimarket di Lokasi Gempa Mamuju Dijaga Polisi Bersenjata
Minimarket di lokasi gempa Mamuju, Sulawesi Barat dijaga polisi bersenjata lengkap. (BNPB)

SuaraSulsel.id - Minimarket di lokasi gempa Mamuju, Sulawesi Barat dijaga polisi bersenjata lengkap. Polisi mengantisipasi terjadi penjarahan karena kepanikan kehabisan bahan makanan.

Penjagaan ketat itu dilakukan Kepolisian dari Satuan Samapta Polda Sulawesi Tengah. Mereka menjaga toko retail dan SPBU yang berada di wilayah Martadinata, Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar), Selasa (19/1/2021).

Pengamanan tersebut dilakukan guna mengantisipasi adanya tindakan yang tidak diinginkan seperti penjarahan karena kepanikan selama masa darurat bencana Gempabumi Sulbar Magnitudo 6,2 yang terjadi pada Jumat (15/1/2021).

“Untuk pengamanan toko retail dan menghindari adanya penjarahan barang kebutuhan pokok pada masa darurat bencana,” ujar salah satu anggota Samapta Polda Sulteng, Bripda Leo Asnawi.

Baca Juga:Dokter Gigi Salurkan Bantuan Senilai Rp 100 juta untuk Korban Gempa Sulbar

Minimarket di lokasi gempa Mamuju, Sulawesi Barat dijaga polisi bersenjata lengkap. (BNPB)
Minimarket di lokasi gempa Mamuju, Sulawesi Barat dijaga polisi bersenjata lengkap. (BNPB)

Selain untuk menjaga keamanan dan ketertiban, Asnawi dan anggota Samapta Polda Sulteng juga bertindak untuk memberikan arahan terkait kedisiplinan penerapan protokol kesehatan kepada masyarakat yang hendak membeli barang kebutuhan.

Hal itu dilakukan meningit penularan virus SARS-CoV-2 penyebab COVID-19 masih berpotensi terjadi di Tanah Air.

“Kita juga ingatkan (masyarakat) untuk patuh protokol kesehatan,” jelas Asnawi.

Menurutnya, sejak toko dan SPBU dibuka pada masa darurat bencana pada Senin (18/1), antusias masyarakat untuk membeli kebutuhan sehari-hari sangat tinggi. Bahkan dia harus bersiaga sejak toko buka mulai dari jam 08.00 hingga 21.00 WITA.

“Kemarin parkiran (kendaraan pembeli) di sini penuh terus,” terang Asnawi.

Baca Juga:Tiga Keluarga Korban Gempa Mamuju Tiba di Gowa

Asnawi menjamin bahwa selama dua hari ini dan pada masa darurat bencana ke depan, masyarakat Mamuju dapat menjaga ketertiban dan kooperatif selama berbelanja.

Tentunya hal itu merupakan wujud yang sangat baik yang dapat tercermin sekaligus menjadikan bukti bahwa masyarakat Mamuju dapat segera bangkit dari musibah gempabumi yang telah menewaskan sedikitnya 84 jiwa.

Minimarket di lokasi gempa Mamuju, Sulawesi Barat dijaga polisi bersenjata lengkap. (BNPB)
Minimarket di lokasi gempa Mamuju, Sulawesi Barat dijaga polisi bersenjata lengkap. (BNPB)

“Dua hari ini aman. Seterusnya semoga pulih,” ungkap Asnawi.

Sebelumnya Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo telah mengimbau kepada seluruh toko yang menjual kebutuhan pokok agar dapat tetap melayani masyarakat selama masa tanggap darurat bencana.

Demi menjamin tercapainya keamanan dan ketertiban selama kegiatan jual beli tersebut, Doni meminta agar dalam pelaksanaannya dapat dibantu oleh aparat keamanan dari unsur TNI/Polri.

Di sisi lain, Doni juga mengingatkan kepada seluruh komponen yang bertugas pada masa tanggap darurat bencana Gempabumi Sulbar agar dapat melakukan inventarisasi kebutuhan logistik bagi masyarakat terdampak bencana gempabumi.

Hal itu dilakukan agar pendistribusian logistik dapat berjalan optimal dan kemudian tidak menjadi ketimpangan di tengah masyarakat terdampak bencana sebagai penerima bantuan.

Minimarket di lokasi gempa Mamuju, Sulawesi Barat dijaga polisi bersenjata lengkap. (BNPB)
Minimarket di lokasi gempa Mamuju, Sulawesi Barat dijaga polisi bersenjata lengkap. (BNPB)

“Kita sepakati saja ya. Untuk menginventarisasi jenis bantuannya kemudian yang bisa disalurkan di sepanjang rute yang bisa dilalui itu bisa langsung dibantu, terutama pengungsi-pengungsi utama,” jelas Doni, Sabtu (18/1).

Menyinggung mengenai penyaluran bantuan, Doni juga meminta kepada masyarakat terdampak bencana yang membutuhkan bantuan logistik agar dapat kooperatif dan berkomunikasi dengan baik, agar kemudian dapat diberikan bantuan secara merata dan lebih optimal.

“Komunikasi yang baik ya. Kalau butuh jangan ambil paksa, bicara baik-baik agar bisa diberikan bantuan,” pungkas Doni.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini