alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Naik ke Daratan, Gelombang Tinggi di Manado Bikin Warga Panik

M. Reza Sulaiman | Siswanto Minggu, 17 Januari 2021 | 23:35 WIB

Naik ke Daratan, Gelombang Tinggi di Manado Bikin Warga Panik
Tangkapan layar dari salah saru video air rob yang menerpa kawasan bisnis Mega Mas Manado [Berita Manado]

Sejumlah warga yang berada di Manado panik setelah gelombang tinggi membuat air laut naik daratan.

SuaraSulsel.id - Sejumlah warga yang berada di Manado panik setelah gelombang tinggi membuat air laut naik daratan.

Kejadian ini dibagikan oleh netizen yang mengungahnya ke media sosial. Dalam video, terlihat gelombang air laut yang naik ke daratan di beberapa kawasan dekat pantai di Manado, Sulawesi Utara, Minggu (17/1/2021), sore.

Beberapa netizen juga membagikan rekaman video dampak gelombang tinggi di sekitar kawasan Megamas. Netizen yang lain membagikan pemandangan air naik ke jalan di sekitar kawasan Manado Town Square.

Dalam rekaman video, sejumlah orang terdengar berteriak-teriak dan sejumlah orang lainnya terlihat menyelamatkan diri dari gelombang air tersebut.

Baca Juga: Sembilan Kecamatan di Manado Disapu Banjir dan Longsor, 6 Orang Meninggal

Beberapa kendaraan bermotor terkena empasan gelombang air.

Banjir dan longsor

Di tempat lain, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah  Kota Manado Donald Sambuaga mengatakan sebanyak sembilan kecamatan dan 33 kelurahan di Kota Manado jadi daerah terdampak banjir dan tanah longsor yang terjadi Sabtu (16/1/2021), dengan jumlah korban meninggal sebanyak enam orang.

"Kami sudah melaporkan ke Gubernur Sulut tentang banjir dan tanah longsor yang melanda Manado, dengan enam korban jiwa, dimana satu orang belum ditemukan," kata Donald di Manado dalam laporan Antara.

Korban meninggal karena terjadi tanah longsor yang menutupi rumah mereka terjadi di lokasi Perkamil Lingkungan 5 sebanyak tiga orang. 

Baca Juga: Banjir dan Longsor di Kota Manado, 500 Warga Mengungsi

Kecamatan terdampak bencana tersebut, yakni Kecamatan Singkil (lima kelurahan), Kecamatan Tuminting (lima kelurahan), Kecamatan Bunaken (satu kelurahan), Kecamatan Paal Dua (enam kelurahan), Kecamatan Tikala (empat kelurahan), Kecamatan Wenang (dua kelurahan), Kecamatan Sario (tiga kelurahan), Kecamatan Malalayang (empat kelurahan) dan Kecamatan Wanea (tiga kelurahan).

Penanganan banjir dan tanah longsor dengan mengevakuasi korban dilakukan bersama-sama oleh BPBD Sulut, Badan SAR, TNI, kepolisian, BPBD Manado, Rapi dan masyarakat di sekitar.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait