Dengan tambahan ini, ia mengaku harusnya tidak ada masalah. Pupuk yang berjumlah 9 juta ton itu akan segera didistribusikan ke lini III distributor dan ke kios resmi.
"Tahun 2021 ini kita benar-benar awasi terutama lini tiga dan empat atau dari distributor ke agen, di kecamatan dan desa. Kalau bisa jalan di sini, ketersediaan pupuk bersubsidi terpenuhi," sebutnya.
Pihaknya juga mendorong petani agar menggunakan pupuk kimiawi secara bijak, tepat dan berimbang. Yaitu dilakukan secara bertahap menggunakan pupuk organik dan hayati buatan sendiri yang menyuburkan lahan dan lebih ramah lingkungan.
Sebelumnya, sejumlah petani protes. Mereka tak bisa mengakses pupuk subsidi. Padahal musim tanam sudah mulai. Di beberapa tempat juga pupuk tersedia, hanya harganya yang melambung tinggi.
Baca Juga:Buat Warga Sulsel, Ini Cara Cek dan Dapat Token Gratis PLN
Kontributor : Lorensia Clara Tambing