Gus Yaqut Pernah Diramalkan Jadi Menteri Agama oleh Aplikasi Ini

Permainan tebak-tebakan ini menanyakan apa pekerjaan Gus Yaqut di Tahun 2021

Muhammad Yunus
Selasa, 22 Desember 2020 | 20:40 WIB
Gus Yaqut Pernah Diramalkan Jadi Menteri Agama oleh Aplikasi Ini
Yaqut Cholil Qoumas alias Gus Yaqut / [Foto: Istimewa]

“Dalam mimpi saya yang paling liar pun, tak pernah terlintas saya akan menjadi menteri agama,” kata Gus Yaqut saat mengenalkan dirinya di Istana Merdeka, sore tadi.

Tak urung ketika menerima penyampaian itu, ia mengucapkan bacaan istirja, innalillahi wa inna ilaihi rajiun -- sesungguhnya kami adalah kepunyaan Allah dan kepada Allah jugalah kami kembali.

Yaqut Cholil Qoumas alias Gus Yaqut ternyata pernah diramalkan akan menjadi Menteri Agama. Dalam aplikasi permainan SuperSeed di akun Facebook.
Yaqut Cholil Qoumas alias Gus Yaqut ternyata pernah diramalkan akan menjadi Menteri Agama. Dalam aplikasi permainan SuperSeed di akun Facebook.

Sejenak kemudian, ia segera meluruskan tekad: “mewakafkan seluruh hidup dan apa yang saya miliki untuk bangsa dan negara.” Terdengar muluk-muluk, tapi itulah tekadnya yang ia sampaikan di hadapan manusia dan janjinya kepada Allah SWT.

Gus Yaqut adalah tokoh muda Nahdlatul Ulama, Ketua GP Ansor dan sampai hari ini masih duduk sebagai anggota DPR RI. Ia putra dari pasangan Kiai Muhammad Cholil Bisri, atau cucu dari Kiai Bisri Mustofa.

Baca Juga:Gus Yaqut GP Ansor Jadi Menag, PBNU Minta Agar Amanah Jalankan Tugas

Ia lahir dan besar dalam lingkungan pesantren, di Pondok Pesantren Raudlatut Thalibin Leteh, Rembang yang diasuh sang ayah.

Lalu, bagaimana kelak Kementerian Agama di tangan lelaki muda kelahiran 1975 ini?
Pertama, kata Gus Yaqut, “saya akan melakukan, bagaimana menjadikan agama itu sebagai inspirasi. Bukan aspirasi.

Artinya, agama sebisa mungkin tidak lagi digunakan sebagai alat politik baik untuk menentang pemerintah, maupun untuk merebut kekuasaan. Atau untuk tujuan-tujuan lain.
Biarlah agama itu menjadi inspirasi, membawa nilai-nilai kebaikan dan nilai-nilai kedamaian dalam berbangsa dan bernegara.”

Kedua, bukan tugas yang ringan. Gus Yaqut bertekad meningkatkan ukhuwah Islamiyah di negeri berpenduduk mayoritas beragama Islam ini.

“Negara ini akan damai dan tenteram jika sesama muslim atau umat Islam di negeri ini memiliki persatuan di antara mereka,” katanya.

Baca Juga:Ini Sosok Gus Yaqut Cholil Qoumas, Dari Ketua GP Ansor Jadi Menteri Agama

Lalu ukhuwah wathoniyah, persaudaraan sesama warga bangsa. Alasannya, karena Indonesia ini meraih kemerdekaan karena perjuangan oleh semua pemeluk agama. Tidak satu pun kaum pemeluk agama berhak mengklaim sebagai satu-satunya yang berjuang untuk melepaskan Indonesia dari cengkeraman penjajah.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini