Hingga kini, katanya, polisi sudah memeriksa empat orang saksi. Untuk menyelidiki kasus teror di dua pos polisi lalu lintas itu.
"Yang sudah dimintai keterangan sudah ada empat orang yang ada di TKP. Termasuk (anggota), ada juga warga sekitar," katanya.
![Karo Ops Polda Banten Kombes Amiludin Roemtaat mengalami luka di kepala diduga akibat lemparan batu saat pengamanan aksi demo mahasiswa di depan Kampus UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten, di Serang, Selasa. [Antara/Mulyana]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2020/10/07/66048-polisi-terluka-bentrok-dengan-mahasiswa-di-serang.jpg)
Dua Polisi Nyaris Terkena Lemparan Molotov
Kasubag Humas Polrestabes Makassar Kompol Supriady Idrus mengatakan, teror bom molotov itu terjadi pukul 04.30 Wita, dini hari. Saat terjadi lemparan, bom molotov tersebut mengenai kaca bangunan pos polisi.
Baca Juga:Waspada! Sindikat Besar Perdagangan Perempuan Beroperasi di Kota Makassar
Beruntung, dua anggota polisi yang berjaga di pos ketika itu, tidak menjadi korban ledakan bom molotov yang dilemparkan para pelaku.
"Kebetulan ada dua anggota yang tengah bertugas di dalam dan mendengar pecahan kaca dari arah depan. Kejadiannya cepat. Ada tulisan pos lantas yang terbakar. Ada bekas terbakar di dinding juga," beber Supriady.
Selain bom molotov, para pelaku juga diketahui melakukan teror dengan cara menuliskan kalimat-kalimat ancaman untuk polisi pada secarik kertas.
"Kata-kata tidak pantaslah kepada polisi, makian begitu. Sementara sudah kita lakukan penyelidikan," katanya.
Baca Juga:Remaja 17 Tahun di Makassar Mau Dijual Rp15 Juta ke Pria Hidung Belang