Ada Bendera Bintang Kejora di Kantor Konsulat Jenderal RI di Melbourne

Lima orang memanjat Kantor Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Melbourne

Muhammad Yunus
Kamis, 03 Desember 2020 | 08:37 WIB
Ada Bendera Bintang Kejora di Kantor Konsulat Jenderal RI di Melbourne
Bendera bintang kejora berkibar KJRI Melbourne, Australia.

United Liberation Movement for West Papua hanyalah satu dari puluhan kelompok yang mendorong kemerdekaan dari Indonesia.

Peringatan 1 Desember oleh OPM. (Dok: Istimewa)
Peringatan 1 Desember oleh OPM. (Dok: Istimewa)

OPM Tidak Akui Benny Wenda Presiden Sementara Papua Barat

Sedangkan itu, Organisasi Papua Merdeka atau OPM menolak deklarasi pembentukan pemerintahan sementara Republik West Papua oleh ULWM, serta penunjukan Benny Wenda sebagai presiden sementara.

Kepala Staf Umum Komnas TPBNPB - OPM Mayjen Terryanus Satto mengatakan, deklarasi pemerintahan sementara dan penunjukan Benny Wenda sebagai presiden sementara adalah kegagalan kelompok itu sendiri.

Baca Juga:Panjat Kantor KJRI di Melbourne, 5 Orang Kibarkan Bendera Bintang Kejora

"Klaim Benny Wenda sebagai presiden sementara Negara Republik Papua Barat adalah kegagalan ULMWP dan Benny Wenda itu sendiri. Kami tidak mengakui klaim itu," kata Terryanus Satto kepada Suara.com, Rabu (2/11/2020).

Ia menjelaskan, TPNPB - OPM tidak mengakui klaim Benny Wenda karena deklarasi tersebut diumumkan di negara asing, yakni Inggris.

Karenanya, deklarasi Benny Wenda dan ULMWP tak mempunyai legitimasi mayoritas bangsa Papua, dan juga dilakukan di luar wilayah hukum revolusi nasional pembebasan Papua Barat.

"Kami juga tidak mengakui klaim Benny Wenda sebagai presiden sementara. Sebab, Benny Wenda adalah warga negara Inggris. Menurut hukum international, warga negara asing tidak bisa menjadi presiden Republik Papua Barat," kata dia.

Satto mengatakan, deklarasi pembentukan pemerintah Republik West Papua tapi dilakukan di Inggris tidak logis.

Baca Juga:Lima Orang Panjat Konjen RI di Melbourne, Kibarkan Bendera Bintang Kejora

Begitu pula Benny Wenda yang mengklaim diri sebagai presiden sementara Republik West Papua tapi berkantor di Inggris, "Tidak bisa diterima akal sehat."

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini