alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Warga Sekitar Danau Matano dan Towuti Dapat Bantuan Perahu Ambulans

Muhammad Yunus Kamis, 22 Oktober 2020 | 12:11 WIB

Warga Sekitar Danau Matano dan Towuti Dapat Bantuan Perahu Ambulans
Perahu ambulans untuk masyarakat di sekitar Danau Matano dan Danau Towuti, Luwu Timur / Foto : Humas Pemprov Sulsel

Saat menggunakan kapal penyeberangan buatan masyarakat setempat, ada kekhawatiran saat menyeberangi danau

SuaraSulsel.id - Warga yang bermukim di sekitar Danau Matano dan Danau Towuti, Luwu Timur, mendapatkan bantuan dari pemerintah pusat dan pemerintah provinsi. Dua unit perahu ambulans.

"Kami mendapatkan bantuan bertubi-tubi baik dari pemerintah pusat maupun pemerintah provinsi. Alhamdulillah kami dapat ambulans laut, dapat mobil bus sekolah, dan kapal penyeberangan," ujar Umar saat diwawancarai, di Desa Timampu, Rabu, 21 Oktober 2020.

Menurut Umar, saat menggunakan kapal penyeberangan buatan masyarakat setempat, ada kekhawatiran saat menyeberangi danau. Apalagi muatannya hanya dua sampai empat mobil.

Belum lagi biaya per unit nya untuk minibus sampai Rp 300.000. Sementara untuk kendaraan roda dua berkisar antara Rp 50.000 sampai Rp 80.000.

Dirinya berharap, dengan adanya kapal baru, harganya cukup terjangkau bagi masyarakat setempat.

"Mudah-mudahan turun sampai 50 persen. Kami kadang mutar keliling jalan darat karena hindari bayaran kapal penyeberangan itu," ujarnya.

Untuk keselamatan penumpang, Umar sangat yakin dengan dua kapal motor penyebrangan dari Kementerian Perhubungan Republik Indonesia itu. Pasalnya, mulai dari kecepatan, muatan dan kenyamanan bagi penumpang lebih menjanjikan.

"100 persen kami sangat yakin menyebrang dengan kapal baru ini. Kapal sebelumnya sudah tua, jadi kami sangat khawatir," tutupnya.

Perwakilan masyarakat Timampu, Rahman, menjelaskan, selama 14 bulan pembuatan KMP Patilang tersebut dilihat terus progres pekerjaannya. Olehnya itu, dirinya sangat yakin dengan kualitas kapal tersebut.

"Kami sangat yakin. Ini kan kami lihat sendiri pembuatannya. Pemerintah provinsi dan pemerintah pusat yang biayai ini, katanya mahal. Ini kapal puluhan miliar," pungkasnya.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait