Ia memang memiliki kompetensi untuk tugas-tugas mulia, dalam kondisi darurat. Saat ini, Arifin tercatat sebagai Komandan Batalyon Kesehatan I Marinir, Cilandak, Jakarta Selatan.
Selanjutnya, Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta Pusat, diubah menjadi RS Darurat Covid-19, yang beroperasi, sejak Senin (23/03/2020).
Di RS Darurat Covid-19 Wisma Atlet Kemayoran, Arifin adalah Komandan Lapangan, sejak RSDC Wisma Atlet dipersiapkan menjadi rumah sakit darurat.
Pada masa awal, meski ia seorang dokter gigi spesialis orto, meski ia secara militer berpangkat Letnan Kolonel Laut, bahkan ia terjun langsung mengatasi AC yang rusak, hingga salurat air yang mampet.
Baca Juga:30 Kementerian Jadi Klaster Covid-19, Kantor Menkes Terawan Paling Banyak
“Dalam kondisi darurat, kendala harus bisa diatasi dengan cepat. Sebagai Komandan Lapangan, saya tak mungkin menunggu teknisi, karena situasinya darurat,” ungkap Muhamad Arifin tentang komitmennya melaksanakan tugas kemanusiaan tersebut.
Komitmen serupa, juga ia tunjukkan, ketika bertugas di RS Corona di Pulau Galang.
Keliling dengan Sepeda Cobra
Arifin senang menggunakan sepeda selama bertugas di RS Darurat Wisma Atlet.
Sepeda tersebut adalah alat transport Arifin dalam kawasan RSDC Wisma Atlet. Sebagai gambaran, Wisma Atlet itu dibangun di atas tanah seluas 10 hektar, terdiri dari 10 tower.
Total luas area bangunan Wisma Atlet mencapai 468.700 meter persegi. Memang, tidak semua tower digunakan untuk RSDC Wisma Atlet.
Baca Juga:Apakah Kacamata Mampu Melindungi dari Covid-19? Begini Penjelasannya
Tapi, itu untuk mendapatkan gambaran, betapa sepeda itu dibutuhkan Muhamad Arifin untuk mempercepat gerak dari tower yang satu ke tower yang lain.