Indeks Terpopuler News Lifestyle

Kepala UPTD Kanrerong Karebosi Bantah Sewakan Kios ke Pedagang

Muhammad Yunus Kamis, 17 September 2020 | 07:34 WIB

Kepala UPTD Kanrerong Karebosi Bantah Sewakan Kios ke Pedagang
Kawasan kuliner Kanre Rong di Lapangan Karebosi Kota Makassar / Foto Suara.com : Muhammad Aidil

Said mengatakan tidak berani menyewakan kios tanpa sepengetahuan pemilik

SuaraSulsel.id - Kepala UPTD Kanrerong ri Karebosi Muhammad Said membantah tudingan dirinya menyewakan lapak di kawasan kuliner Kanrerong ri Karebosi, Makassar.

Ia menegaskan dirinya tidak pernah menyewakan lapak ke pedagang. Seperti yang diberitakan beberapa hari terakhir.

“Mohon maaf pemilik yang sewakan, pemilik yang tanda tangan, bukan saya,” kata Said, Rabu, (16/9/2020).

Said mengatakan dirinya tidak berani menyewakan kios tanpa sepengetahuan pemilik.

Ia mengaku hanya memediasi pedagang yang ingin menyewakan lapaknya. Sebagai pengelola, ia hanya ingin mengetahui jualan pedagang tersebut.

“Apa yang dia jual, jangan sampai mereka kontrak mereka jual kerupuk, itu salah satu tujuan kami untuk memanggil, bukan saya mau mengintervensi,” tegasnya.

Terkait pemberitaan yang menyudutkan dirinya, ia menganggap hal itu tidak benar. Sejak awal, dirinya telah mewanti-wanti adanya dugaan pungli yang dilekatkan padanya.

Namun, kata dia, tuduhan tersebut hanya sebatas angin lalu. Pasalnya, orang yang menyudutkan dirinya tak memiliki bukti.

“Saya tidak pernah mengontrakkan, jual beli juga tidak pernah, kalau memang ada jual beli, silahkan cek,” pungkasnya.

Salah satu pedagang di Kanrerong, Irianti mengaku dirinya sebagai salah satu orang yang mengontrak di Kanrerong.

“Saya kontrak bukan pak Said yang menawari, tapi saya pengen menjual di sini, makanya saya minta tolong ke Pak Said untuk dicarikan lapak yang mau disewakan,” kata dia.

Irianti mengatakan menunggu 2 bulan baru ada lapak kosong. Itupun, kata dia, terbilang murah.

“Harganya 500 per bulan, untuk pemilik, saya dikasih ketemu pak Said,” ungkapnya.

Terkait wacana adanya pungutan liar, Irianti mengatakan hal itu terjadi kesalahpahaman.

“Bahwa pak Said memungut biaya liar itu tidak benar, saya bukan membela, tapi ini fakta. Kalau mau bukti cek di di daftar hadir, saya bertanda tangan. Ada puluhan orang yang hadir itu hari,” ungkapnya.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait