alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Gara-gara Perburuan, Jumlah Babi Hutan dan Anoa Terus Menurun

M Nurhadi Jum'at, 21 Agustus 2020 | 13:20 WIB

Gara-gara Perburuan, Jumlah Babi Hutan dan Anoa Terus Menurun
Ilustrasi anoa (Pixabay)

Saat ini, diperkirakan hanya tersisa puluhan spesies endemik itu di Balai Besar TNLL.

SuaraSulsel.id - Dua satwa endemik, babi rusa dan anoa disebut Balai Besar Taman Nasional Lore Lindi (TNLL) terus berkurang. Penyebabnya, diduga karena perburuan.

"Hal itu dikarenakan banyak masyarakat yang memburunya baik kebutuhan sehari-hari maupun sebagian dagingnya dijual," kata Kepala Balai Besar TNLL Jusman di Palu, Jumat (21/8/2020).

Ia mengatakan, luas kawasan hutan konservasi TNLL diperkirakan mencapai 217.000 hektare, terbagi dalam dua wilayah administrasi yakni Kabupaten Poso dan Kabupaten Sigi. Sementara, petugas yang mengawasi dan menjaga satwa yang dilindungi disana terbilang sangat sedikit.

Ia menyebut, dengan tenaga yang sangat minim menyebabkan perburuan berbagai satwa, termasuk satwa-satwa endemik, di kawasan TNLL masih sangat tinggi. Dua jenis satwa endemik Sulawesi yang masih diburu masyarakat hingga kini adalah babi rusa dan anoa. Kedua satwa itu, sudah sangat sulit diketemukan di kawasan TNLL.

Baca Juga: Ular Piton 6 Meter Tiba-tiba Masuk ke Warung, Bikin Warga Syok

"Pada beberapa puluh tahun lalu, masih bisa dijumpai para petugas," katanya.

Ia menyebut, beberapa tahun terakhir ini kedua satwa endemik yang dilindungi undang-undang tersebut sudah semakin sulit dijumpai.

"Ini mengindikasikan bahwa anoa dan babi rusa sebagai satwa langka semakin langka pula ditemukan di dalam kawasan konservasi TNLL," katanya.

Melansir pada data tahun 2013 lalu, populasi anoa diperkirakan ada 77 ekor dan babi rusa 74 ekor. Namun, dalam beberapa tahun terakhir ini, kata Jusman, populasi kedua satwa endemik tersebut, terus menurun.

Nila terus diburu masyarakat, bukan tidak mungkin suatu saat kedua satwa langka itu akan musnah dari habitatnya. Sehingga, pihaknya terus mengimbau masyarakat untuk tidak lagi memburu kedua jenis satwa endemik agar tidak punah.

Baca Juga: Beraksi saat Mabuk, Pencuri Pakaian Dalam Wanita Keok Dihajar Warga

Anoa dataran tinggi maupun dataran rendah menyukai daun muda yang mengandung garam. Begitu pula air yang sedikit mengandung garam. Anoa juga suka menyantap lumut-lumut yang hidup di batang pohon dan batu-batuan.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait