Muhammad Yunus
Minggu, 08 November 2026 | 10:16 WIB
Jenderal Muhammad Jusuf [Arsip Perpustakaan Nasional]
Baca 10 detik
  • Pada 1981, Jenderal M. Jusuf menggunakan pesawat Hercules TNI-AU untuk mewujudkan kemanunggalan ABRI dengan rakyat di berbagai daerah.
  • Sebagai Menteri Pertahanan dan Keamanan, ia merombak asrama prajurit, menaikkan uang lauk-pauk, serta meningkatkan kesejahteraan tentara.
  • Pemerintah mengesahkan Jenderal M. Jusuf sebagai Pahlawan Nasional yang akan menerima gelar di Istana Negara pada November 2026.

Jusuf menjawab keraguan itu lewat tindakan. Langkah pertamanya setelah dilantik adalah memperbaiki dan merombak asrama prajurit yang rusak, terutama di pelosok.

Ia tak tega melihat prajurit tinggal di bangunan yang bocor kala hujan dan terik kala panas. Keluarga prajurit pun belum menikmati lampu listrik di malam hari, padahal Indonesia sudah puluhan tahun merdeka.

Uang lauk-pauk dinaikkan tiga kali lipat. Kaus kaki, sepatu, pakaian, hingga persenjataan diperbaiki setahap demi setahap.

Ia juga berpesan kepada prajurit di mana pun bertugas agar tak menyakiti hati rakyat, sebab TNI berasal dari rakyat.

Kesederhanaan itu ia berlakukan ke dalam. Markas TNI tak boleh dibangun dengan pendingin ruangan, apalagi permadani.

Pejabat yang berkunjung ke daerah tak boleh dikawal khusus kecuali Presiden dan Wakil Presiden.

Prajurit dilarang merokok karena tak sehat dan mahal. Jusuf sendiri tak merokok, rajin berolahraga di sekitar rumah dan dikenal tekun beribadah.

jenderal jusuf

Rumah Tanpa Pengawal

Ia juga menolak diwawancarai. Menurut catatan yang beredar, bukan karena tak suka wartawan, melainkan karena tak mau tampil seolah dirinya yang paling berjasa bagi negara.

Baca Juga: Hari Pahlawan 2026, Cucu Bau Massepe Ajak Generasi Muda Lanjutkan Perjuangan

Istrinya pun enggan diwawancarai dan tak punya ajudan, bebas berbelanja ke pasar tradisional tanpa pengawalan.

Rumah dinas tak dijaga. Ajudan hanya bertugas pada jam kantor, selebihnya Jusuf mengurus keperluannya sendiri.

Pasangan ini pernah dikaruniai seorang putra yang meninggal pada usia delapan tahun.

Dari kebiasaan inilah muncul kisah pohon hias.

Suatu hari tanaman kesayangannya di halaman rumah lenyap. Sang ajudan kelimpungan karena dimarahi panglimanya.

Ia bingung menjawab, sebab Jusuf sendiri yang tak mau rumahnya dikawal.

Load More