- Kemensos memastikan anak penyandang disabilitas dapat mengikuti program Sekolah Rakyat berdasarkan hasil asesmen selektif.
- Anak yang belum siap belajar akan menjalani rehabilitasi di balai Kemensos sebelum mengikuti pembelajaran.
- Menteri Sosial Saifullah Yusuf menyampaikan hal tersebut usai bertemu KPAI di Jakarta pada 5 November 2026.
SuaraSulsel.id - Kementerian Sosial (Kemensos) memastikan anak penyandang disabilitas memiliki kesempatan mengikuti program Sekolah Rakyat.
Namun, penerimaan dilakukan berdasarkan hasil asesmen yang mempertimbangkan kondisi, tingkat kebutuhan, dan kemampuan adaptasi masing-masing anak.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf mengatakan, penempatan anak disabilitas di Sekolah Rakyat dilakukan secara selektif agar proses pembelajaran dapat berjalan sesuai kebutuhan mereka.
Hal tersebut disampaikan Saifullah seusai pertemuan terbatas dengan jajaran pimpinan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) di Jakarta, Kamis 5 November 2026.
"Ya lihat sampai seberapa ini dulu ya, disabilitasnya ya. Jadi, kan nggak semua bisa dijadikan satu. Tapi, selama masih memungkinkan, kita terima itu, Sekolah Rakyat itu," kata Saifullah.
Ia mengungkapkan, sejumlah anak penyandang disabilitas mental di beberapa daerah, seperti Bekasi, Sumatera Selatan, dan Sulawesi Utara, telah mengikuti program Sekolah Rakyat.
Menurut dia, anak-anak tersebut menunjukkan perkembangan positif setelah menjalani program selama satu tahun.
Meski demikian, tidak semua anak dapat langsung mengikuti pembelajaran reguler. Jika hasil asesmen menunjukkan anak belum siap mengikuti kegiatan belajar bersama siswa lainnya, Kemensos akan mengarahkan mereka menjalani rehabilitasi terlebih dahulu.
Rehabilitasi tersebut dilakukan melalui balai atau sentra rehabilitasi sosial milik Kemensos.
Baca Juga: 10 Pelaku UMKM Difabel di Palu Terima Bantuan Modal Usaha
"Jadi, kita lihat kondisinya ya, kondisi hasil asesmennya seperti apa. Kalau memang memungkinkan, ya kita gabung. Kalau enggak, kita di sentra dulu untuk dilakukan rehabilitasi," ujarnya.
Saifullah menjelaskan, Sekolah Rakyat dirancang dengan mengintegrasikan tiga fungsi utama, yakni pendidikan, rehabilitasi, dan vokasi atau pelatihan keterampilan kerja.
Melalui pendekatan tersebut, anak-anak yang belum siap secara psikologis maupun kemampuan motorik untuk mengikuti pembelajaran formal dapat memperoleh pendampingan dan intervensi rehabilitasi terlebih dahulu.
Setelah dinilai siap berdasarkan hasil asesmen, mereka dapat bergabung dalam kegiatan pembelajaran bersama siswa lainnya.
Dalam kesempatan itu, Saifullah juga menyampaikan apresiasi kepada KPAI atas rekomendasi dan pendampingan terhadap pelaksanaan program Sekolah Rakyat.
"Kami berterima kasih atas rekomendasi-rekomendasi yang diberikan kepada Kementerian Sosial. Kami juga terima kasih selama ini KPAI mendampingi kami, terutama dalam rangka menjalankan program strategis Bapak Presiden Sekolah Rakyat," katanya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Sejumlah Jenderal Polri Dikabarkan Diamankan, Satu 'Bintang Empat' Sudah Dilepas
- Panitia Batalkan Undang Raffi Ahmad di GSI Youth Fest Hero Summit
- Sejumlah Jenderal Diperiksa Propam, Ini Respons Mabes
- Jenderal Listyo Sigit Prabowo Ditetapkan Tersangka Penyadapan Presiden Prabowo
- Margarito Kamis Jelaskan Isi Putusan MA, RI Tak Lagi Punya Wakil Presiden yang Sah?
Pilihan
-
Jokowi Ngaku Lupa Nama 3 Temannya yang Wisuda Bareng di UGM
-
Hakim Potong Omongan Jokowi yang Melebar: Jawab Saja Pertanyaannya!
-
Jokowi Pamer Ijazah di Depan Mukanya, Roy Suryo Ketawa Ngakak
-
Relawan Jokowi Padati PN Jaktim, Joget-Joget dan Bawa Poster Sindiran untuk Roy Suryo
-
Jokowi Bantah Roy Suryo di Sidang: Di Skripsi Saya Tak Ada Tulisan 'Tesis'
Terkini
-
Buruh Sulsel Tuntut UMP 2027 Naik 9,5 Persen
-
Jokowi Tunjukkan Ijazah Depan Wajah Roy Suryo
-
Harga Cabai Mulai Pedas Jelang Nataru! Warga Diimbau Simpan Cabai Beku di Freezer
-
20 SMA di Sulsel Diduga Curang di Ujian Tes Kemampuan Akademik
-
Kejari Sikat Pajak Perusahaan, Kolaka Kecipratan Dana Segar Rp18 Miliar