Muhammad Yunus
Senin, 05 Oktober 2026 | 08:26 WIB
Nayyara Azizia Novandrian, siswi kelas 7 Bosowa School Makassar menjadi salah satu talenta putri terpilih di Superco Superteam lewat jalur seleksi Goes to School [SuaraSulsel.id/Istimewa]
Baca 10 detik
  • Mantan pemain Timnas Indonesia, Indriyanto Nugroho, menyatakan konsistensi pembinaan di Makassar pada Minggu (4/10/2026) sangat penting bagi talenta muda.
  • Superco Superteam asuhan Indriyanto berhasil menjuarai turnamen dengan mengalahkan wakil Kalimantan Timur skor 1-0.
  • Program ini membentuk karakter tangguh pemain muda.

SuaraSulsel.id - Indonesia dinilai tidak pernah kehabisan talenta muda sepak bola. Tantangan terbesar justru bagaimana menjaga bakat tersebut tetap berkembang hingga mereka benar-benar siap menembus level profesional.

Mantan pemain Tim Nasional Indonesia, Indriyanto Nugroho, menilai konsistensi pembinaan menjadi kunci untuk memastikan talenta-talenta muda di daerah tidak berhenti di tengah jalan.

Hal itu disampaikan Indriyanto saat terlibat sebagai pelatih dalam program Khong Guan Superco Superfest 2026 di Makassar, Minggu (4/10/2026).

Menurutnya, banyak pemain muda sudah menunjukkan kemampuan menjanjikan sejak usia 10 hingga 12 tahun. Namun, memasuki usia 13, 14 dan 15 tahun, mereka membutuhkan pembinaan yang lebih serius dan berkelanjutan.

“Banyak anak usia muda yang sudah bagus di usia 10, 11, 12 tahun. Tapi ketika masuk 13, 14, 15 tahun, kita harus terus kejar dan dampingi mereka,” kata Indriyanto.

Fase tersebut, kata dia, sangat penting karena pemain mulai menghadapi berbagai tantangan di luar lapangan. Mulai dari lingkungan pergaulan, pendidikan, hingga pilihan masa depan.

Memasuki usia 15 hingga 17 tahun, pemain juga berada pada masa transisi yang menentukan. Mereka mulai dihadapkan pada pertanyaan apakah akan melanjutkan pendidikan, masuk akademi sepak bola, atau mengejar karier sebagai pemain profesional.

“Ini masa-masa transisi. Transisi dari lingkungan, transisi dari sekolah juga. Mereka lulus sekolah mau ke mana, tujuan berikutnya mau ke mana. Ini yang harus sebagai pelatih bisa memberikan jalan yang terbaik,” ujarnya.

Asisten pelatih Timnas Indonesia U-16, Indriyanto Nugroho. [Tangkapan layar YouTube PSS]

Bukan Sekadar Mencari Bakat

Baca Juga: Harga Diri Dipertaruhkan! Wali Kota Bakar Semangat PSM Jelang Lawan Arema FC

Indriyanto menilai menemukan pemain berbakat hanyalah langkah awal. Tantangan sebenarnya adalah memastikan mereka mendapatkan lingkungan latihan dan kompetisi yang mendukung perkembangan secara konsisten.

Ia juga menyoroti faktor gadget tau HP yang menurutnya dapat menjadi tantangan tersendiri bagi pemain muda jika tidak diarahkan dengan baik.

“Yang terbesar saat ini salah satunya gadget. Itu yang bisa membuat mereka lupa dengan apa yang mereka cita-citakan,” katanya.

Karena itu, pemain muda membutuhkan pendampingan agar tetap fokus pada proses pengembangan kemampuan dan tidak terburu-buru mengejar hasil instan.

Indriyanto juga menekankan pentingnya sinergi antara pelatih, keluarga, sekolah, klub, federasi hingga pihak swasta.

“Sepak bola itu gampang-gampang susah. Kuncinya ada pada konsistensi dari seluruh stakeholder, termasuk federasi dan pihak swasta,” katanya.

Load More