- Sekjen PBNU Saifullah Yusuf akan melayangkan somasi dan proses hukum kepada tiga pihak penyebar isu aliran dana korupsi Muktamar ke-35 NU.
- Gus Lilur sebelumnya mengklaim dalam podcast bahwa terdapat aliran uang ratusan miliar rupiah yang mengarah ke lokasi Muktamar NU di Jombang.
- Gus Ipul dengan tegas membantah seluruh tuduhan tersebut karena dinilai menyesatkan, merusak reputasi, serta tidak didasarkan pada bukti yang valid.
"Kalau disebut bahwa ada sesuatu, buktinya mana," tegas Gus Ipul.
Ia menilai narasi tersebut telah menimbulkan keresahan karena membangun kesan seolah-olah pelaksanaan Muktamar NU dibiayai atau dialiri uang hasil korupsi.
"Semua jadi resah seakan-akan Muktamar itu dialiri suatu dana dari hasil korupsi. Itu benar-benar opini yang menyesatkan, mengganggu ketenangan," ucapnya.
Gus Ipul mengatakan pihaknya ingin memastikan setiap pernyataan yang disampaikan mengenai Muktamar NU dapat dipertanggungjawabkan. Ia menilai tuduhan tanpa bukti dapat berdampak pada reputasi orang yang disebut maupun nama baik organisasi.
"Yang pertama ini berbahaya sekali tuduhannya itu. Karena tuduhan-tuduhannya sangat berbahaya, menimbulkan kesalahpahaman, merusak martabat seseorang, mengganggu reputasi seseorang," tegas Menteri Sosial itu.
Gus Ipul Sebut Muktamar Berjalan Baik
Gus Ipul yang saat Muktamar ke-35 NU menjabat sebagai Ketua Panitia Pelaksana menegaskan pelaksanaan forum tersebut berjalan sesuai dengan agenda.
Ia menyebut Muktamar berlangsung terbuka dan demokratis hingga menghasilkan keputusan terkait kepemimpinan NU ke depan.
"Padahal Muktamar berjalan dengan baik, terbuka, demokratis, kemudian berhasil menempatkan keputusan bagaimana mengelola kiai ini ke depan. Yang menang bermartabat, yang kalah menerima," katanya.
Baca Juga: Pengurus Besar Nahdlatul Ulama Keluarkan Instruksi Khusus Terkait Informasi Publik
Karena itu, ia mempertanyakan munculnya berbagai isu setelah Muktamar selesai digelar.
"Kenapa dimunculkan isu-isu yang tidak senonoh," lanjut Gus Ipul.
Ia mengatakan proses hukum yang disiapkan bukan semata-mata untuk membungkam kritik, melainkan meminta pihak yang menyampaikan tudingan memberikan penjelasan dan bukti atas pernyataannya.
Gus Ipul menegaskan pihaknya akan terlebih dahulu memberikan ruang klarifikasi melalui somasi. Jika pihak yang disomasi tidak mampu membuktikan pernyataannya atau memberikan klarifikasi yang tidak sesuai fakta, langkah hukum selanjutnya akan ditempuh.
"Ini kita akan klarifikasi, kita akan tabayyun apakah pernyataan itu didasarkan bukti yang cukup atau hanya sekadar bualan atau iseng-iseng karena dampaknya luar biasa di medsos," ungkapnya.
Kontributor : Lorensia Clara Tambing
Berita Terkait
Terpopuler
Pilihan
-
Dramatis! Ubed Persembahkan Medali Emas Asian Games 2026 untuk Indonesia
-
Massa Buruh Mulai Padati Thamrin, Andi Gani Pimpin Langsung Aksi Tuntut Keadilan RUU Ketenagakerjaan
-
Bawa Kentongan Hingga Kenakan Topi Caping, Massa Hari Tani Nasional Mulai Padati Depan Gedung DPR
-
Hukuman Lebih Ringan, Pengadilan Tinggi DKI Jakarta Vonis Nadiem Makarim 9 Tahun Penjara
-
Dugaan Keracunan MBG Hantam Batang, 276 Orang Jadi Korban
Terkini
-
Isu Aliran Rp480 Miliar di Muktamar NU, Gus Ipul Ancam Polisikan 3 Orang
-
Petani Rumput Laut Takalar Naik Kelas! Catat Usaha Lewat HP, Akses Modal Makin Gampang
-
Hadapi Kekeringan, PDAM Makassar Usul Pembangunan Bendung Karet di Sungai Tallo
-
Menteri PU Tiap Hari Pantau Stadion Sudiang: Bismillah Selesai..!
-
Pertamini dan Pengecer BBM di Kendari Dibongkar Petugas