- Aipda Heru mengalami patah tulang tangan akibat diserang geng motor di Makassar pada 22 September 2026.
- Polisi berhasil mengamankan tiga remaja di lokasi kejadian untuk menjalani pemeriksaan mendalam lebih lanjut.
- Polrestabes Makassar membentuk Tim Trisula guna melaksanakan patroli intensif malam hari demi mengatasi kejahatan jalanan.
Geng Motor Kembali Berulah
Insiden yang menimpa Aipda Heru menambah panjang daftar aksi geng motor yang terjadi di Makassar dalam beberapa waktu terakhir.
Aksi mereka tidak hanya berupa konvoi dan kebut-kebutan di jalan. Sejumlah kelompok juga kedapatan membawa senjata tajam hingga terlibat saling serang yang berpotensi membahayakan pengguna jalan dan warga.
Pada 20 September 2026, polisi mengamankan dua orang yang kedapatan membawa senjata tajam jenis badik di Makassar. Keduanya ditangkap saat polisi membubarkan konvoi geng motor.
Sebelumnya, pada 30 Agustus 2026, dua kelompok geng motor juga terlibat aksi saling serang di Jalan Opu Daeng Risadju, Kecamatan Mariso.
Rangkaian kejadian tersebut membuat keberadaan geng motor kembali menjadi perhatian. Aksi mereka tidak hanya berlangsung di tengah malam, tetapi juga menggunakan senjata yang dapat membahayakan warga maupun petugas yang melakukan penindakan.
Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Arya Perdana mengatakan pihaknya telah membentuk Tim Trisula untuk menangani aksi geng motor dan kejahatan jalanan.
Tim tersebut difokuskan untuk menyisir sejumlah titik yang dianggap rawan terutama pada jam-jam malam hingga dini hari.
"Tim Trisula sudah kami bentuk dan bergerak melakukan patroli intensif mulai pukul 23.00 WITA hingga pukul 06.00 WITA. Tim ini juga bergerak cepat dan telah mengamankan sejumlah pelaku yang diduga terlibat aksi geng motor dan kejahatan jalanan," tegas Arya, Selasa, 22 September 2026.
Baca Juga: Cek Fakta: Benarkah E-Tilang Mulai Berlaku di Makassar? Polisi Buka Suara
Di tengah maraknya aksi geng motor yang melibatkan remaja, Arya juga meminta peran orang tua dan lingkungan untuk ikut mengawasi pergaulan anak-anak.
Ia meminta orang tua tidak membiarkan anak-anak mereka berada di luar rumah pada jam-jam rawan, terutama hingga dini hari.
"Saya meminta para orang tua, ketua RT/RW, dan tokoh masyarakat agar lebih peka melihat pergaulan anak-anak kita, baik di sekolah maupun di lingkungan rumah. Jangan biarkan mereka keluyuran di jam-jam rawan," imbaunya.
Kontributor : Lorensia Clara Tambing
Berita Terkait
Terpopuler
- Andre Taulany Resmi Nikahi Amanda Rigby, Mantan Istri Erin: Hamil Duluan Kali
- Kiai Sahal Gontor ke Prabowo: Saya Ngomong Agak Tidak Enak, Sorry ye...
- Sah Nikahi Amanda Rigby, Ramalan Lama Hard Gumay Tentang Asmara Andre Taulany Jadi Kenyataan?
- Erin Taulany Klarifikasi Soal Komentar Hamil Duluan: Sumpah Demi Allah Akun Saya Dibajak
- Media Israel Sindir Presiden Prabowo: Setahun Lalu Dukung Kami Sekarang Teriak Free Palestina
Pilihan
-
Tangis Ibrahim al-Madani Saat Pertama Azan di Masjidil Haram, Sang Muazin Tutup Usia di 51 Tahun
-
Merumuskan Kembali Bisnis Media Masa Depan di Local Media Summit 2026
-
KPK OTT Bupati Bolaang Mongondow Utara Sirajudin Lasena
-
KPK Geledah Rumah Mewah Polisi Yayat Sudrajat di Depok, Terkait Kasus Suap Bekasi
-
Silmy Karim Kritik KPK! Bandingkan Nasibnya dengan Nusron Wahid
Terkini
-
Pemkot Kendari Resmi Larang Pengecer Jual BBM Subsidi
-
Geng Motor Makin Brutal, Polisi Makassar Diserang Busur hingga Patah Tangan
-
Cek Fakta: Benarkah E-Tilang Mulai Berlaku di Makassar? Polisi Buka Suara
-
BRI dan Syailendra Capital Bahas Peluang Investasi Syariah di Sharia Wealth Forum 2026
-
Dibekingi Siapa? 3 Ton Sianida Asal Filipina Masuk Gorontalo