- Lanal Gorontalo bersama instansi terkait menggagalkan penyelundupan tiga ton sianida asal Filipina di Gorontalo Utara pada Senin.
- Kejati Gorontalo mendorong aparat penegak hukum mengusut kasus tersebut secara menyeluruh tanpa berhenti pada operator di lapangan.
- Penyidikan diharapkan mampu mengungkap aktor intelektual dan jaringan di balik pengiriman bahan berbahaya tersebut.
SuaraSulsel.id - Kejaksaan Tinggi (Kejati) Gorontalo mendorong aparat penegak hukum mengusut kasus dugaan penyelundupan tiga ton sianida hingga mengungkap pihak yang berada di balik jaringan tersebut.
Asisten Pidana Umum (Aspidum) Kejati Gorontalo Guntur Triyono mengatakan proses penegakan hukum terhadap kasus tersebut perlu dilakukan secara menyeluruh dan tidak berhenti pada pihak yang berperan sebagai operator di lapangan.
"Koordinasi itu memang mudah diucap tapi sulit untuk diimplementasikan. Penyidikan soal ini sekarang sudah di dalam KUHP yang baru olehnya itu tidak ada rintangan tidak ada halangan dalam rangka penegakan hukum," kata Guntur di Gorontalo, Selasa (22/9).
Ia mengatakan Kejati Gorontalo mendukung proses penyelidikan dan penyidikan yang dilakukan aparat dalam mengungkap kasus penyelundupan sianida tersebut.
Menurut dia, penanganan perkara perlu diarahkan untuk mengungkap pihak yang memiliki peran lebih besar di balik distribusi bahan tersebut, termasuk kemungkinan aktor intelektual berdasarkan hasil penyidikan.
"Kami juga mendorong bahwa di dalam proses hukum ini murni dilaksanakan semat dan melaksanakan penegakan hukum oleh di dalam praktik penegakan hukum ini tidak terbatas kepada operator," ujarnya.
Guntur mengatakan pengungkapan perkara diharapkan tidak hanya berhenti pada pihak yang menjalankan aktivitas di lapangan, tetapi dapat berkembang hingga mengetahui pihak yang mengendalikan jaringan tersebut.
"Ini bisa mengungkap tidak hanya di operator aja ini bisa melangkah ke depan siapa aktor intelektualnya," katanya.
Ia berharap penyidik dapat menelusuri rantai peredaran sianida tersebut hingga mengetahui pihak yang berada di balik pengiriman bahan berbahaya itu.
Baca Juga: Uang Nasabah Hilang Misterius? Polda Gorontalo Bongkar Kejahatan Pegawai Bank
"Kami menaruh harapan besar kepada penyidik yang handal dan profesional ini bisa terungkap dengan tingkat operatornya di samping itu juga bisa sampai ke akar-akarnya," ujar Guntur.
Sebelumnya, Lanal Gorontalo bersama unsur terkait telah berhasil menggagalkan pengiriman sekitar tiga ton sianida asal Filipina di sekitar perairan Pulau Bugisa dan Pulau Lampu, Kabupaten Gorontalo Utara, Senin (21/9).
Berita Terkait
Terpopuler
- Andre Taulany Resmi Nikahi Amanda Rigby, Mantan Istri Erin: Hamil Duluan Kali
- Kiai Sahal Gontor ke Prabowo: Saya Ngomong Agak Tidak Enak, Sorry ye...
- Sah Nikahi Amanda Rigby, Ramalan Lama Hard Gumay Tentang Asmara Andre Taulany Jadi Kenyataan?
- Erin Taulany Klarifikasi Soal Komentar Hamil Duluan: Sumpah Demi Allah Akun Saya Dibajak
- Media Israel Sindir Presiden Prabowo: Setahun Lalu Dukung Kami Sekarang Teriak Free Palestina
Pilihan
-
Tangis Ibrahim al-Madani Saat Pertama Azan di Masjidil Haram, Sang Muazin Tutup Usia di 51 Tahun
-
Merumuskan Kembali Bisnis Media Masa Depan di Local Media Summit 2026
-
KPK OTT Bupati Bolaang Mongondow Utara Sirajudin Lasena
-
KPK Geledah Rumah Mewah Polisi Yayat Sudrajat di Depok, Terkait Kasus Suap Bekasi
-
Silmy Karim Kritik KPK! Bandingkan Nasibnya dengan Nusron Wahid
Terkini
-
Geng Motor Makin Brutal, Polisi Makassar Diserang Busur hingga Patah Tangan
-
Cek Fakta: Benarkah E-Tilang Mulai Berlaku di Makassar? Polisi Buka Suara
-
BRI dan Syailendra Capital Bahas Peluang Investasi Syariah di Sharia Wealth Forum 2026
-
Dibekingi Siapa? 3 Ton Sianida Asal Filipina Masuk Gorontalo
-
Respons Tegas Bupati Gowa Husniah Talenrang Pasca Rumah dan Kantor Digeledah Polisi