- Ditreskrimsus Polda Gorontalo menahan pelaku usaha berinisial RP sebagai tersangka kasus tambang emas ilegal di Pohuwato.
- Kasus tersebut terungkap setelah terjadi bencana tanah longsor yang merenggut korban jiwa di lokasi tambang pada Agustus lalu.
- Tersangka RP dijerat undang-undang pertambangan dengan ancaman hukuman penjara lima tahun serta denda maksimal Rp100 miliar.
SuaraSulsel.id - Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Gorontalo menetapkan dan menahan pelaku usaha berinisial RP sebagai tersangka pertambangan emas tanpa izin (PETI) di Kabupaten Pohuwato.
Direktur Ditreskrimsus Polda Gorontalo Kombes Pol Maruly Pardede di Gorontalo, mengatakan penanganan perkara tersebut bermula dari tanah longsor di lokasi tambang beberapa pekan lalu yang menyebabkan korban jiwa.
"Pada Minggu (16/8) tim gabungan Subdit I Tipidter Ditreskrimsus bersama personel Satreskrim Polres Pohuwato melakukan penyelidikan, pemasangan garis polisi, serta mengamankan barang bukti di lokasi tambang," kata Maruly, Jumat (4/9).
Lokasi tambang berada di Dam, Desa Hulawa, Kecamatan Buntulia, Kabupaten Pohuwato, Provinsi Gorontalo.
Selain mengamankan tempat kejadian perkara (TKP), tim gabungan mewawancarai keluarga korban longsor yang selamat di tengah aktivitas pertambangan emas tanpa izin tersebut.
Setelah memeriksa sejumlah saksi, penyidik Ditreskrimsus melakukan gelar perkara pada Rabu (2/9) untuk menentukan status hukum RP.
Berdasarkan hasil gelar perkara, RP yang merupakan pelaku usaha dalam kegiatan tersebut ditetapkan sebagai tersangka.
Pada Kamis (3/9), penyidik merampungkan berita acara pemeriksaan (BAP), kemudian memeriksa kesehatan RP di Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokes) Polda Gorontalo.
Hasil pemeriksaan menyatakan RP dalam kondisi sehat sehingga penyidik menahannya di Rumah Tahanan Polda Gorontalo.
Baca Juga: Cabai Rawit di Gorontalo Tembus Rp120 Ribu per Kilogram, Petani Ungkap Penyebabnya!
Maruly mengatakan penyidikan masih berlanjut untuk mendalami keterlibatan pihak lain yang diduga bertanggung jawab dalam kegiatan PETI tersebut.
Ia menegaskan Polda Gorontalo berkomitmen menangani perkara tersebut secara transparan dan profesional, termasuk sebagai upaya menindak aktivitas PETI yang berisiko terhadap keselamatan dan lingkungan.
RP dijerat Pasal 158 juncto Pasal 35 Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2020 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara.
"Tersangka RP terancam hukuman pidana kurungan penjara paling lama lima tahun dan denda paling banyak Rp100 miliar," kata Maruly.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kajian UGM: Durasi Pidato Prabowo Naik Tiga Kali Lipat, Ucapan Tidak Pantas Tercatat 311 Kali
- 3 Sepatu Puma Tanpa Tali yang Nyaman Buat Jalan, Bergaya hingga Lari
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- 5 HP OPPO Terbaru di Indonesia, dari Midrange Tangguh hingga Flagship Superior
- Buntut Panjang RI Pangkas Ekspor Gas, Bahlil Kini Ketakutan Impor Pertalite Distop Singapura
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Usai Dilantik Jadi Bupati Gowa, Darmawangsyah Muin Langsung Dihadapkan PR Besar
-
Ikan Endemik Terancam Punah, Aturan Pelepasliaran Ikan Asing Diperketat
-
850 Alat Perekam Pajak Disebar di Palu, Sasar Restoran hingga Tempat Hiburan
-
Nyaris Putus Sekolah Karena Ayah Sopir dan Ibu di Malaysia, Senyum Hudiana Merekah di Sekolah Rakyat
-
Darmawangsyah Muin Dilantik Jadi Bupati Gowa Sore Ini