- Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan menemukan sekitar 1.900 pegawai Kementerian Sosial terindikasi judi online.
- Menteri Sosial Saifullah Yusuf menyatakan Kementerian Sosial sedang mencocokkan bukti transaksi dengan identitas pegawai bersangkutan.
- Kementerian Sosial mencatat sekitar 1,4 juta penerima bantuan sosial juga terindikasi memiliki keterkaitan aktivitas judi online.
SuaraSulsel.id - Selain Keluarga Penerima Manfaat Bansos, Kemensos juga menemukan aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan kementerian tersebut yang terindikasi melakukan aktivitas judi online.
Secara nasional, terdapat sekitar 1.900 pegawai Kemensos yang terindikasi. Sebanyak 29 di antaranya berada di Sulawesi Selatan.
Data tersebut berasal dari PPATK dan saat ini masih dalam proses pendalaman oleh Kemensos.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf alias Gus Ipul menyebut data tersebut dilengkapi dengan lampiran dan bukti transaksi.
Karena itu, pihaknya masih mencocokkan data transaksi dengan identitas pegawai yang bersangkutan sebelum menentukan tindakan.
Di Sulsel, temuan tersebut tersebar di sejumlah daerah. Di Luwu Timur terdapat empat ASN dengan nilai transaksi sekitar Rp13,24 juta.
Kemudian tiga ASN di Bone tercatat dengan nilai transaksi sekitar Rp59,13 juta.
Selanjutnya, tiga ASN di Pangkajene dan Kepulauan tercatat dengan transaksi sekitar Rp13,78 juta.
Sementara di Bulukumba terdapat dua ASN, sedangkan di Barru juga terdapat dua ASN yang masuk dalam data indikasi tersebut.
Baca Juga: Pemprov Sulsel Minta Kemensos Buka Data Judi Online: Jangan Jadikan Rakyat Korban
Kemensos menaruh perhatian khusus terhadap temuan tersebut karena sebagian pegawai yang terindikasi merupakan pendamping program sosial yang berhubungan langsung dengan keluarga penerima manfaat.
Gus Ipul mengingatkan para pendamping PKH agar tidak melanjutkan aktivitas judi online.
"Makanya para pendamping jangan teruskan kebiasaan main judol. Kalau diteruskan, terbukti, akan kita berhentikan," tegasnya.
1,4 Juta Penerima Bansos Terindikasi Judi Online
Kemensos juga menemukan sekitar 1,4 juta penerima bansos yang terindikasi memiliki keterkaitan dengan aktivitas judi online.
Namun, Saifullah menyebut temuan tersebut tidak serta-merta menunjukkan bahwa seluruh penerima bansos tersebut merupakan pelaku judi online.
Berita Terkait
Terpopuler
- Banyak UMKM Mundur dari Rans Carnival Jogja, Warganet Pasang Badan Bantu Larisin
- Tak Ingin Sakiti Hati Warga Jogja, OM Wawes Pilih Batal Manggung di RANS Carnival
- Tolak Andrea Bocelli, GPCI Bakal Gelar Konser Besar Galang Dana Palestina
- Prestasi Kinclong Netty Rosdiana Siagian: Mundur dari Polri, Tak Sejalan dengan Hati Nurani
- 7 Sneakers Lokal dengan Rating Bintang 5 di Shopee yang Nyaman dan Modis
Pilihan
-
Gempa M 5,5 Guncang Laut Barat Laut Tanimbar, Getaran Terasa hingga Saumlaki
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
Terkini
-
Wapres Gibran Hadiri Peringatan 100 Tahun Injil Masuk Kalumpang
-
Proyek Stadion Sudiang Masuk Tahap Paling Krusial, Pembangunan Sudah 25 Persen
-
Unhas Latih Dosen dan Mahasiswa Gunakan AI
-
De Red Bertekad Kalahkan PSM dalam League Cup
-
Pemprov Sulsel Dukung Penguatan Literasi dan Inklusi Keuangan Syariah