Muhammad Yunus
Senin, 14 September 2026 | 16:18 WIB
Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman usai melakukan rapat evaluasi bersama Pertamina dan Forkopimda terkait kelangkaan BBM di Sulsel, Senin 14 September 2026 [SuaraSulsel.id/Lorensia Clara]
Baca 10 detik
  • Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan meminta tambahan kuota BBM bersubsidi sebesar 30 persen kepada pusat pada September 2026.
  • Gubernur Andi Sudirman Sulaiman menyatakan migrasi konsumen ke BBM bersubsidi akibat disparitas harga memicu antrean panjang.
  • Pertamina meningkatkan pasokan harian, menambah armada, dan memperpanjang jam operasional SPBU untuk mengatasi kepadatan kendaraan.

"Intinya kita sudah minta tambahan. Kemarin suratnya sudah ada. 30 persen kita minta penambahan, tapi tentu nanti kita menunggu dari pusat berapa yang disetujui," kata Andi Sudirman.

Ganjil - Genap Bukan Kebijakan Permanen

Di tengah upaya menekan antrean, Pemprov Sulsel menerapkan sistem ganjil-genap untuk saat ini. Kebijakan tersebut disebut cukup efektif mengurai kepadatan kendaraan di sejumlah SPBU.

Meski demikian, Andi Sudirman menegaskan ganjil-genap bukan kebijakan permanen.

Kebijakan tersebut merupakan langkah sementara untuk memastikan masyarakat tetap mendapatkan BBM secara bergiliran sembari menunggu penyesuaian kuota.

"Ini sebenarnya bukan kebijakan permanen. Tetapi ketika dibutuhkan, maka kita mengambil langkah itu tidak lain adalah untuk mengurai antrean supaya tetap dapat semua," jelasnya.

Selain ganjil-genap, pembatasan jumlah pembelian juga menjadi salah satu opsi yang diterapkan sementara. Kebijakan tersebut akan dievaluasi berdasarkan perkembangan kondisi di lapangan dan ketersediaan kuota BBM.

Pemprov Sulsel berencana mencoba penerapan ganjil-genap selama beberapa hari ke depan. Setelah situasi membaik dan penambahan kuota telah mendapatkan kepastian, kebijakan tersebut akan dievaluasi dan dilakukan relaksasi secara bertahap.

"Kita akan coba untuk beberapa hari dulu ke depan. Nanti setelah lihat situasinya dan kita akan meminta Pertamina sudah siap, baru kita mungkin normalisasi kembali, relaksasi," ujar Sudirman.

Baca Juga: Karyawan SPBU Makassar Jatuh Sakit, Video Prabowo Ini Disebut Membuat Panjang Antrean

Sementara itu, Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Deny Sukendar mengatakan Pertamina terus melakukan penguatan suplai dan distribusi BBM untuk merespons lonjakan permintaan.

Untuk sementara, penyaluran BBM bersubsidi menjadi salah satu fokus untuk membantu mengurai antrean di SPBU. Kendaraan yang menggunakan non subsidi selama ini juga masih diperbolehkan mengisi pertalite.

"Kami tetap berupaya untuk menyalurkan BBM dan LPG ke seluruh lapisan masyarakat. Kami fokus ke dua hal. Yang pertama adalah penguatan suplai," kata Deny.

Ia menyebut lonjakan permintaan yang terjadi dalam beberapa hari terakhir membuat Pertamina menambah pasokan ke terminal bahan bakar minyak (TBBM).

Pertamina juga menambah kapal untuk menjaga ketersediaan stok. Tak hanya dari sisi suplai, penguatan distribusi juga dilakukan dengan menambah armada mobil tangki dan memperpanjang jam operasional.

"Mobil tangki kami tambah, jam operasional kami tambah, juga dengan jam operasional SPBU. Ini tetap kami lakukan sampai nanti dengan adanya evaluasi bersama tim Satgas," ujarnya.

Load More