- Rektor UMI Prof Dr Hambali Thalib meminta mahasiswa baru memanfaatkan kecerdasan buatan untuk meningkatkan produktivitas belajar secara bijak.
- Pesan tersebut disampaikan pada pembukaan Pekan Pesantren di Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, pada Rabu 9 September 2026.
- Strategi UMI mencakup penguatan iman, penguasaan teknologi, riset, bahasa asing, serta pembangunan jejaring internasional demi reputasi global.
SuaraSulsel.id - Rektor Universitas Muslim Indonesia Prof Dr Hambali Thalib menekan pentingnya penggunaan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) untuk belajar, bukan untuk menipu dan merugikan orang lain.
Prof Hambali dalam keterangannya di Makassar, meminta civitas akademika khususnya mahasiswa baru agar menggunakan AI untuk mempercepat pekerjaan, bukan untuk menggantikan tanggung jawab berpikir.
"Gunakan teknologi untuk meningkatkan produktivitas, bukan menghilangkan integritas," ujar Prof Hambali pada pembukaan Pekan Pesantren di Pesantren Darul Mukhsinin Padanglampe, Kabupaten Pangkep, Sulsel, Rabu 9 September 2026.
Di hadapan ratusan mahasiswa baru Fakultas Hukum dia mengingatkan bahwa perubahan teknologi telah membawa disrupsi besar terhadap ekonomi, dunia kerja atau profesi.
Bahkan cara manusia belajar, bekerja, berkomunikasi, dan mengambil keputusan juga berubah.
"Saya ingin mahasiswa UMI menjadi AI literate, digitally competent, tetapi tetap humanis dan berakhlak. Sebab teknologi boleh semakin cerdas, tetapi manusia harus tetap memiliki hati nurani," ujarnya.
Selain itu, dirinya juga memaparkan beberapa strategi UMI dalam mempersiapkan SDM unggul dan berkarakter yakni penguatan iman dan ketakwaan.
Menurut dia, identitas Islam tidak boleh hanya tampak pada nama universitas.Islam harus hidup dalam perilaku sivitas akademika
Ia juga mendorong mahasiswa UMI harus memiliki kompetensi yang kompetitif dengan menguasai teknologi, riset, pelajari bahasa asing termasuk mengembangkan kemampuan komunikasi.
Baca Juga: Prof Niswar: AI Bukan Ancaman, Tapi Mitra Kritis Kampus Masa Depan
"UMI sedang menuju dan memperkuat langkah menuju Kampus bereputasi Internasional. Karena itu, mahasiswa dan dosen UMI tidak boleh hanya berpikir lokal.Think globally, act locally. Perkuat Bahasa Inggris dan bangun jejaring internasional," ujarnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Panitia Batalkan Undang Raffi Ahmad di GSI Youth Fest Hero Summit
- Sejumlah Jenderal Polri Dikabarkan Diamankan, Satu 'Bintang Empat' Sudah Dilepas
- Prestasi Kinclong Netty Rosdiana Siagian: Mundur dari Polri, Tak Sejalan dengan Hati Nurani
- Kenapa Raffi Ahmad Diboikot? Ini Kronologi Acara Sumpah Pemuda sampai Rans Carnival Sepi
- Margarito Kamis Jelaskan Isi Putusan MA, RI Tak Lagi Punya Wakil Presiden yang Sah?
Pilihan
-
Tak Perlu Bongkar Kitab, Muhammadiyah Bikin AI Khusus ChatHPT untuk Jawab Persoalan Agama
-
Sejumlah Jenderal Polri Dikabarkan Diamankan, Satu 'Bintang Empat' Sudah Dilepas
-
Gempa M 5,5 Guncang Laut Barat Laut Tanimbar, Getaran Terasa hingga Saumlaki
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
Terkini
-
Polisi Selidiki Dugaan Pengeroyokan Kepala Dispar Sultra di Kantor
-
Temuan Mencurigakan di Pemkot Makassar, Appi Janji Bongkar Habis 'Anomali'
-
Hari Pahlawan 2026, Cucu Bau Massepe Ajak Generasi Muda Lanjutkan Perjuangan
-
Sasar 3.060 Desa, TP PKK Sulsel Perkuat Pencegahan Stunting
-
Barang Penumpang Sriwijaya Air Hilang di Bandara Sultan Hasanuddin