Muhammad Yunus
Minggu, 30 Agustus 2026 | 05:32 WIB
Kepala Perwakilan BI Sulsel, Rizki Ernadi Wimanda mengingatkan pemerintah daerah dampak dari El Nino yang bakal mendongkrak harga beras [SuaraSulsel.id/Istimewa]
Baca 10 detik
  • Kepala Perwakilan BI Sulsel Rizki Ernadi Wimanda menyampaikan ancaman El Nino memicu gagal panen dan potensi kenaikan harga beras di Bali pada Kamis, 27 Agustus 2026.
  • Sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan Sulawesi Selatan yang menjadi penopang utama ekonomi daerah mengalami kontraksi sekitar 0,3 persen pada triwulan II 2026.
  • Ekonomi Sulawesi Selatan pada triwulan II 2026 tumbuh 5,59 persen secara tahunan, melambat dibandingkan pertumbuhan triwulan I 2026 yang mencapai 6,88 persen.

BI pun mendorong pemerintah tidak hanya melakukan intervensi ketika harga pangan sudah naik. Kebijakan harus diarahkan untuk memperkuat produktivitas dan ketahanan produksi sejak dari sentra pertanian.

Fokus pada Komoditas Unggulan

Rizki mengatakan salah satu strategi yang perlu dilakukan adalah memfokuskan pengembangan ekonomi pada satu hingga tiga komoditas unggulan di masing-masing daerah.

Komoditas tersebut dapat disesuaikan dengan karakteristik wilayah dan permintaan pasar. Tidak hanya padi, tetapi juga komoditas seperti kopi, kakao, jagung, perikanan hingga rumput laut.

"Kita mesti fokus satu atau tiga komoditas, misalnya kopi, kakao, jagung, perikanan, rumput laut yang berbasis ke sentra produksi dan potensi pasar," jelasnya.

Strategi tersebut dinilai penting agar pengembangan sektor pertanian tidak berjalan secara parsial. Sentra produksi harus dibangun berdasarkan komoditas yang memang memiliki keunggulan dan pasar yang jelas.

Namun, peningkatan produksi saja tidak cukup. Persoalan lain yang perlu diselesaikan adalah kepastian pasar bagi petani.

Karena itu, BI mendorong terbentuknya kontrak antara petani dengan offtaker, baik perusahaan maupun koperasi.

Dalam skema tersebut, petani dapat lebih fokus menjalankan fungsi produksi, sementara offtaker membantu memastikan hasil pertanian terserap dan dipasarkan.

Baca Juga: Program Pembangunan Jalan Andalan Sulsel Dilanjutkan

"Petani atau nelayan tugasnya memproduksi tanaman pangan, padi dan lain-lain, terus offtaker atau perusahaan atau koperasi yang menjual atau memasarkan," kata Rizki.

Di sisi produksi, pemerintah juga didorong meningkatkan produktivitas melalui penggunaan bibit unggul, pemerataan alat dan mesin pertanian (alsintan), serta pendampingan yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing daerah.

Kelembagaan petani dan koperasi juga perlu diperkuat. BI turut mendorong pembangunan spot pangan di kabupaten/kota untuk memperkuat ekosistem produksi dan distribusi pangan.

Ekonomi Sulsel Melambat

Di tengah ancaman tekanan pangan tersebut, ekonomi Sulsel juga menghadapi perlambatan.

Pada triwulan II 2026, ekonomi Sulsel tumbuh 5,59 persen secara tahunan atau year on year (yoy). Angka tersebut melambat dibandingkan pertumbuhan pada triwulan I 2026 yang mencapai 6,88 persen.

Load More