- Muhammad Riyal dan lulusan sarjana lainnya berjuang mencari pekerjaan tetap melalui bursa kerja Makassar pada Kamis, 20 Agustus 2026.
- BPS mencatat persentase penduduk miskin Indonesia dan Sulawesi Selatan mengalami penurunan pada periode Maret 2026.
- Mayoritas penduduk bekerja di sektor informal karena keterbatasan pilihan pekerjaan yang layak serta rentan terhadap guncangan ekonomi.
SuaraSulsel.id - Muhammad Riyal belum menyerah.
Di usianya yang baru 24 tahun, ia sudah membawa satu modal yang dulu diyakininya cukup untuk membuka pintu pekerjaan. Ijazah perguruan tinggi.
Riyal merupakan lulusan Teknik Informatika Universitas Diponegoro, salah satu perguruan tinggi negeri ternama di Indonesia. Ia lulus pada 2024 dan termasuk salah satu lulusan terbaik.
Namun, dua tahun setelah mengenakan toga, pekerjaan tetap belum juga datang.
Kamis, 20 Agustus 2026, Riyal kembali mencoba peruntungannya di sebuah bursa kerja yang digelar Dinas Ketenagakerjaan Kota Makassar.
Di antara deretan perusahaan yang membuka lowongan, ia mengincar posisi operator produksi di PT Nippon Indosari Corpindo dan PT Malindo Feedmill.
Pekerjaan yang ditawarkan sebenarnya tidak sepenuhnya sesuai dengan latar belakang pendidikannya. Tetapi bagi Riyal, mendapatkan pekerjaan terlebih dahulu jauh lebih penting.
"Saya sudah berulang kali mengirim lamaran, tapi belum ada yang menerima. Jadi saya ikut pelatihan-pelatihan," katanya.
Kisah Riyal terasa kontras dengan satu angka yang baru saja dirilis Badan Pusat Statistik (BPS).
Baca Juga: Ironi Lulusan SMK di Sulsel: Disebut 'Siap Kerja', Tapi Dominasi Angka Pengangguran
Pada Maret 2026, persentase penduduk miskin di Indonesia kembali turun menjadi 8,07 persen.
Jumlahnya 22,93 juta orang, berkurang sekitar 430 ribu orang dibanding September 2025. Dibanding Maret 2025, jumlah penduduk miskin berkurang 920 ribu orang.
Di Sulawesi Selatan, arahnya juga sama.
BPS mencatat persentase penduduk miskin turun menjadi 7,24 persen pada Maret 2026.
Jumlah penduduk miskin mencapai 669,63 ribu orang, berkurang 15,51 ribu orang dibanding September 2025.
Angka itu tentu kabar baik.
Berita Terkait
Terpopuler
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- Duduk Perkara Gibran Tipu Malaysia, Anwar Ibrahim Buka Suara Parlemen Bakal Usut
- 5 Sepatu Lari yang Nyaman untuk Jalan Jauh, Sol Empuk Bisa Buat Traveling
- Siapa Chika Yenalovy? Istri Kasespri Prabowo yang Jejak Digitalnya Misterius
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
Pilihan
-
Jet Tempur Sukhoi TNI AU Tergelincir Nyaris Hantam Jalan Raya di Maros
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
Terkini
-
Ternyata Ini Penyebab Sukhoi TNI AU "Kebablasan" Keluar Landasan Saat Test Flight
-
Pemkot Makassar Libatkan Sapi Kelola Sampah Warga di TPA
-
Saksi Lihat Kepulan Asap Saat Pesawat Sukhoi Keluar Jalur, Nyaris ke Jalan Raya
-
Gaji PPPK Guru Bakal Dibayar Pusat, Bagaimana Nasib Nakes?
-
Nyaris Satu Dekade Tak Pulang, Yuni Akhirnya Bertemu Sang Ibu Berkat Kejutan BRI