- PW ISNU Jatim di Surabaya mendesak pemerintah agar tidak terburu-buru menutup program studi kependidikan tanpa kajian komprehensif.
- ISNU Jatim mengusulkan audit nasional serta revitalisasi kurikulum pendidikan guna menyesuaikan kebutuhan pasar kerja dan perkembangan teknologi.
- Pemerintah didorong membentuk forum kolaboratif nasional untuk merumuskan kebijakan pendidikan tinggi yang berkelanjutan serta berkualitas bagi masa depan.
SuaraSulsel.id - Pengurus Wilayah Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama Jawa Timur (PW ISNU Jatim) menyatakan penutupan Program Studi (Prodi) Kependidikan tidak boleh tergesa-gesa dan menegaskan kesiapannya untuk berdialog dengan pemerintah terkait kebijakan tersebut agar tepat sasaran dan berbasis kajian komprehensif.
"Kami siap jika dilibatkan secara aktif dalam forum dialog bersama pemerintah dan pemangku kepentingan lainnya. Kami siap memberikan pandangan akademik, sekaligus menawarkan solusi strategis agar kebijakan yang diambil benar-benar tepat sasaran,” ujar Pelaksana tugas (Plt) Ketua PW ISNU Jatim Prof Dr M Afif Hasbullah di Surabaya, Selasa (28/4).
Afif menekankan kebijakan penutupan program studi, khususnya kependidikan, tidak boleh dilakukan secara tergesa-gesa tanpa kajian komprehensif dan tidak semata didasarkan pada kepentingan industri jangka pendek.
ISNU Jatim mengusulkan pemerintah melakukan audit nasional berbasis data terhadap relevansi program studi dengan kebutuhan pasar kerja, termasuk memetakan faktor penyebab pengangguran lulusan.
“Harus dibedakan mana persoalan kualitas lulusan dan mana persoalan keterbatasan lapangan kerja,” ujarnya.
ISNU Jatim juga mendorong revitalisasi kurikulum program studi, khususnya keguruan, melalui integrasi dengan kebutuhan industri dan perkembangan teknologi digital, termasuk penguatan soft skills dan konektivitas dengan dunia usaha dan dunia industri (DUDI).
Afif mengusulkan penerapan kebijakan moratorium selektif dan evaluatif terhadap pembukaan program studi baru dengan standar kelayakan yang lebih ketat.
“Jangan sampai terjadi over supply pada bidang tertentu karena lemahnya kontrol perizinan,” tegasnya.
Menurut dia, penguatan pada bidang keilmuan dasar, baik sains, teknologi, teknik, dan matematika (STEM) maupun ilmu sosial dasar, menjadi fondasi utama pembangunan jangka panjang di era transformasi digital.
Baca Juga: Daftar Prodi Terancam Dihapus, DPR : Hati-hati, Jangan Korbankan Masa Depan Mahasiswa!
ISNU Jatim juga mengusulkan skema insentif dan afirmasi dari pemerintah bagi program studi strategis, termasuk dukungan pendanaan, peningkatan kualitas dosen, serta penguatan infrastruktur pendidikan.
“Prodi yang dibutuhkan jangan hanya dibiarkan bertahan, tetapi harus didorong untuk unggul,” tambahnya.
Selain itu, ia mengusulkan pembentukan forum kolaboratif nasional yang melibatkan pemerintah, perguruan tinggi, dunia industri, dan organisasi profesi untuk merumuskan arah kebijakan pendidikan tinggi secara berkelanjutan.
Dalam pandangannya, pendidikan tidak boleh direduksi hanya untuk memenuhi kebutuhan industri jangka pendek, melainkan sebagai fondasi peradaban.
“Pendidikan dibangun untuk melahirkan peradaban yang unggul, bukan sekadar mengabdi pada kepentingan industri yang sifatnya bisa jangka pendek. Pendidikan harus melampaui (beyond) industri dan teknologi, karena di dalamnya terkandung nilai kemanusiaan, moral, dan etika yang menjadi ruh pembangunan bangsa,” tegasnya.
Sebagai bagian dari komunitas akademik, ia menegaskan organisasi intelektual memiliki tanggung jawab moral untuk turut mengawal kebijakan pendidikan agar tetap berpihak pada kepentingan bangsa.
Berita Terkait
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Tak Terima Disita, Pemilik Emas dan Uang Sitaan Kejagung di Kasus Febrie Bakal Ajukan Praperadilan
- Serum Viva untuk Flek Hitam Warna Apa? Ini 2 Varian Terbaiknya
- 5 Rekomendasi Parfum Aroma Vanilla di Alfamart, Wangi Mewah Tahan Lama untuk Harian
Pilihan
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
-
Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
Terkini
-
Pemuda Sinjai Merantau Demi Biayai Adik, Tewas Dikeroyok Massa
-
Dugaan Asusila Guru SD di Patimpeng Bone Disorot, SEMMI: Tolak Damai !
-
Unhas Ungkap Riwayat Akademik Siti Zahra, Dokter Internship Ditemukan Tewas di Kalibata City
-
Dituduh Curi Motor, Pria Asal Sinjai Tewas Dikeroyok Massa di Indomaret
-
Gubernur Sulsel Ground Breaking Ruas Rantepao-Pangala-Baruppu