- Kebakaran melanda Jalan Paccerakkang Raya, Makassar, pada Kamis malam dan menewaskan seorang warga penyandang disabilitas.
- Peristiwa tersebut menghanguskan empat rumah, berdampak pada dua belas jiwa, serta melukai satu warga akibat sesak napas.
- Badan Penanggulangan Bencana Daerah Makassar langsung turun ke lokasi untuk melakukan pendataan dan menyiapkan bantuan bagi korban.
SuaraSulsel.id - Musibah kebakaran di Jalan Paccerakkang Raya, Kelurahan Berua, Kecamatan Biringkanaya, Makassar, Sulawesi Selatan pada Kamis (20/8) malam, menewaskan salah satu warga.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Makassar Fadli Tahar di Makassar, mengatakan, BPBD Makassar telah turun langsung ke lokasi kejadian usai tim pemadam kebakaran melakukan pemadaman api.
"BPBD Makassar bersama Pemadam Kebakaran turun langsung dan tim kami di BPBD fokus melakukan pendataan dan penilaian di lokasi kejadian untuk selanjutnya mengambil langkah-langkah pendampingan dan pemberian bantuan," ujarnya.
Dalam kebakaran itu, sebanyak empat rumah dengan 12 orang jiwa terdampak dan seluruhnya mengalami kerusakan berat. Kebakaran itu juga menewaskan satu orang warga.
Fadli Tahar mengungkapkan, api diduga berawal dari sambungan listrik atau konsleting sebelum membesar dan merembet ke rumah di sekitarnya.
Namun, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan pihak berwenang.
Adapun korban jiwa yang tewas dalam musibah itu yakni Muh Yusran (50) yang diketahui adalah seorang penyandang disabilitas pada salah satu rumah terbakar tersebut.
Sementara korban lainnya yang terdampak yakni Asrianti (41). Korban dilarikan ke Rumah Sakit Tajuddin Chalid karena mengalami sesak napas.
Dalam musibah itu, sebanyak 13 armada pemadam kebakaran dikerahkan untuk menangani kebakaran.
Baca Juga: Ini Jadwal Baru Pembuangan Sampah di Kota Makassar, Wajib Diketahui Warga!
Proses evakuasi dan pemadaman dilakukan oleh Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat), BPBD Makassar, Polri, serta dibantu RT, RW dan Camat Biringkanaya.
BPBD Kota Makassar mencatat sejumlah kebutuhan mendesak bagi warga terdampak, di antaranya terpal, family kit, first aid kit, baby kit, pakaian, selimut, sarung, dan tenda.
Berita Terkait
Terpopuler
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- 4 Perbedaan Rice Cooker Keramik vs Stainless Steel untuk Memasak Nasi, Mana yang Lebih Sehat?
- 3 Sepatu Jalan untuk Lansia Paling Nyaman, Hands Free Tak Perlu Membungkuk
- Spanduk Polwan saat Adang Aksi BEMI UI Kena Rujak Netizen: Bu Polwan Salah Bawa Spanduk?
- Kulkas Sharp 2 Pintu Berapa Harganya? Ini 3 Pilihan yang Dingin dan Hemat Listrik Sesuai Review
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Penyandang Disabilitas Jadi Korban Tewas Kebakaran di Paccerakkang Makassar
-
BRI Kembangkan Ekosistem Emas Terintegrasi untuk Masa Depan Indonesia
-
Ini Jadwal Baru Pembuangan Sampah di Kota Makassar, Wajib Diketahui Warga!
-
Ritual Berujung Petaka di Bone: ASN Ngamuk Ngaku Arung Palakka Terpaksa Diikat di Pohon
-
53 Titik Api Kepung Sulawesi Selatan, Kebakaran di Gowa hingga Enrekang