- Kepala Dinas Kesehatan Sulbar Nursyamsi Rahim mengimbau warga memakai masker untuk menghindari gangguan kesehatan akibat asap karhutla pada Selasa 6 Oktober 2026.
- Paparan asap karhutla berisiko memicu berbagai masalah pernapasan, sehingga kelompok rentan harus segera mendatangi fasilitas kesehatan jika mengalami gejala berat.
- Seluruh pihak termasuk masyarakat diminta bersama-sama mencegah kebakaran hutan agar dampak buruk terhadap kualitas udara dapat diminimalkan.
SuaraSulsel.id - Warga di sejumlah wilayah di Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) diimbau untuk menggunakan masker mewaspadai asap sebagai dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang bisa mengganggu kesehatan masyarakat.
Kepala Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana DKPPKB Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar), Nursyamsi Rahim di Mamuju, mengatakan dampak karhutla bukan hanya persoalan lingkungan, tetapi juga dapat berdampak langsung terhadap kesehatan masyarakat.
Ia mengatakan, asap yang dihasilkan dari karhutla membawa partikel dan zat pencemar yang dapat menurunkan kualitas udara dan bahaya apabila masuk ke saluran pernapasan.
Oleh karena itu, ia mengimbau masyarakat di Mamuju dan sekitarnya meningkatkan kewaspadaan terhadap paparan asap karhutla, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, serta masyarakat dengan asma, penyakit paru, maupun penyakit jantung.
"Paparan asap dapat menimbulkan berbagai keluhan kesehatan, mulai dari iritasi hidung, batuk dan pilek, tenggorokan terasa perih, mata merah dan berair, hingga sesak atau kesulitan bernapas," katanya, Selasa 6 Oktober 2026.
Oleh karena itu, masyarakat perlu mengurangi paparan asap dengan menggunakan masker serta mengurangi aktivitas di luar rumah dan segera mendapatkan pelayanan kesehatan jika mengalami keluhan kesehatan
Ia juga berharap masyarakat dapat mengenali tanda bahaya akibat paparan asap, seperti sesak berat, sulit bernapas, nyeri dada, anak tampak lemas, atau kondisi kesehatan yang semakin memburuk.
"Jika tanda tersebut muncul, masyarakat diminta segera mendatangi fasilitas pelayanan kesehatan untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan," katanya.
Selain melindungi diri dari paparan asap, masyarakat juga diajak mengambil bagian dalam pencegahan karhutla dengan tidak melakukan pembakaran hutan dan lahan.
Baca Juga: Udara Kota Palu Masuk Kategori Tidak Sehat, BMKG Ungkap Penyebab Utamanya
Ia mengatakan, perlindungan kesehatan masyarakat membutuhkan keterlibatan semua pihak.
Selain pemerintah Sulbar, tenaga kesehatan, dan pemerintah kabupaten, juga masyarakat perlu bersama-sama meningkatkan kewaspadaan dan melakukan pencegahan, sehingga dampak karhutla terhadap kesehatan dapat diminimalkan.
Upaya tersebut sejalan dengan komitmen Pemerintah Provinsi Sulbar di bawah kepemimpinan Gubernur Sulbar, Suhardi Duka untuk mewujudkan visi Sulbar maju dan sejahtera, mewujudkan lingkungan yang lebih sehat dan masyarakat yang semakin terlindungi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Di Tangan Suahasil, MBG Jadi Prioritas Subsidi Energi Dipangkas
- Luky Alfirman Jadi Wamenkeu usai Dicopot Purbaya, Pengamat Soroti Arah Kebijakan Suahasil
- Sehari Dijabat Suyudi Ario Seto, Polri Langsung Rombak 19 Kapolda: Ini Daftar Lengkapnya!
- Tan Cheng Hoe Gerah Lihat Pemain Malaysia Larut dalam Kekecewaan: Stop Nangis
- 7 Sepatu Jalan Paling Awet yang Solnya Empuk untuk Perjalanan Jauh
Pilihan
-
Nama Puan Disebut Jadi Pengganti Gibran, Begini Respons Ketua DPR
-
Disaksikan Andi Gani dan Perwakilan Buruh, DPR Resmi Sahkan RUU Perlindungan Ketenagakerjaan Jadi UU
-
Kalapas Cibinong Dipecat dari ASN, Buntut Klaster Mewah dalam Penjara
-
Resmi, Syahganda Nainggolan Jadi Kepala Bakom RI Gantikan Muhammad Qodari
-
Hadir di Istana, Pratikno Buka Suara Soal Isu Jadi Ketua Wantimpres Era Prabowo
Terkini
-
Surat Perpisahan Emosional Appi ke Golkar: 'Saya Pamit Sebagai Kader, Tapi Tidak Sebagai Kawan'
-
Udara Kota Palu Masuk Kategori Tidak Sehat, BMKG Ungkap Penyebab Utamanya
-
Kapten Asal Gowa Lepas dari Cengkeraman Perompak Somalia: Pura-pura Mati, Ditendang di Anjungan
-
Tragedi Berdarah di Gowa: Pasutri Ditemukan Tewas, 3 Anak Dikunci di Dalam Kamar
-
Appi Beri Peringatan Camat-Lurah: Tinggalkan Kebiasaan Santai, Tak Boleh Kerja Seremoni