Muhammad Yunus
Selasa, 06 Oktober 2026 | 14:57 WIB
Kebakaran hutan dan lahan melanda sejumlah wilayah di Provinsi Sulbar menimbulkan asap yang dapat mengakibatkan dampak kesehatan bagi masyarakat di Mamuju, Senin (05/10/2026) [SuaraSulsel.id/ANTARA/HO-Pemprov Sulbar]
Baca 10 detik
  • Kepala Dinas Kesehatan Sulbar Nursyamsi Rahim mengimbau warga memakai masker untuk menghindari gangguan kesehatan akibat asap karhutla pada Selasa 6 Oktober 2026.
  • Paparan asap karhutla berisiko memicu berbagai masalah pernapasan, sehingga kelompok rentan harus segera mendatangi fasilitas kesehatan jika mengalami gejala berat.
  • Seluruh pihak termasuk masyarakat diminta bersama-sama mencegah kebakaran hutan agar dampak buruk terhadap kualitas udara dapat diminimalkan.

SuaraSulsel.id - Warga di sejumlah wilayah di Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) diimbau untuk menggunakan masker mewaspadai asap sebagai dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang bisa mengganggu kesehatan masyarakat.

Kepala Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana DKPPKB Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar), Nursyamsi Rahim di Mamuju, mengatakan dampak karhutla bukan hanya persoalan lingkungan, tetapi juga dapat berdampak langsung terhadap kesehatan masyarakat.

Ia mengatakan, asap yang dihasilkan dari karhutla membawa partikel dan zat pencemar yang dapat menurunkan kualitas udara dan bahaya apabila masuk ke saluran pernapasan.

Oleh karena itu, ia mengimbau masyarakat di Mamuju dan sekitarnya meningkatkan kewaspadaan terhadap paparan asap karhutla, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, serta masyarakat dengan asma, penyakit paru, maupun penyakit jantung.

"Paparan asap dapat menimbulkan berbagai keluhan kesehatan, mulai dari iritasi hidung, batuk dan pilek, tenggorokan terasa perih, mata merah dan berair, hingga sesak atau kesulitan bernapas," katanya, Selasa 6 Oktober 2026.

Oleh karena itu, masyarakat perlu mengurangi paparan asap dengan menggunakan masker serta mengurangi aktivitas di luar rumah dan segera mendapatkan pelayanan kesehatan jika mengalami keluhan kesehatan

Ia juga berharap masyarakat dapat mengenali tanda bahaya akibat paparan asap, seperti sesak berat, sulit bernapas, nyeri dada, anak tampak lemas, atau kondisi kesehatan yang semakin memburuk.

"Jika tanda tersebut muncul, masyarakat diminta segera mendatangi fasilitas pelayanan kesehatan untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan," katanya.

Selain melindungi diri dari paparan asap, masyarakat juga diajak mengambil bagian dalam pencegahan karhutla dengan tidak melakukan pembakaran hutan dan lahan.

Baca Juga: Udara Kota Palu Masuk Kategori Tidak Sehat, BMKG Ungkap Penyebab Utamanya

Ia mengatakan, perlindungan kesehatan masyarakat membutuhkan keterlibatan semua pihak.

Selain pemerintah Sulbar, tenaga kesehatan, dan pemerintah kabupaten, juga masyarakat perlu bersama-sama meningkatkan kewaspadaan dan melakukan pencegahan, sehingga dampak karhutla terhadap kesehatan dapat diminimalkan.

Upaya tersebut sejalan dengan komitmen Pemerintah Provinsi Sulbar di bawah kepemimpinan Gubernur Sulbar, Suhardi Duka untuk mewujudkan visi Sulbar maju dan sejahtera, mewujudkan lingkungan yang lebih sehat dan masyarakat yang semakin terlindungi.

Load More