Muhammad Yunus
Kamis, 20 Agustus 2026 | 19:11 WIB
Seorang ASN di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan terpaksa diikat dipohon karena kerasukan dan mengaku sebagai Arung Palakka [SuaraSulsel.id/Istimewa]
Baca 10 detik
  • Seorang ASN berinisial DN mengamuk dan menyerang warga di Bone pada Senin, 17 Agustus 2026.
  • DN melakukan tindakan tersebut setelah menjalani ritual di sungai dan mengaku sebagai Raja Bone Arung Palakka.
  • Kasus berakhir damai dan DN langsung diserahkan kepada pihak keluarganya tanpa proses hukum lanjutan.

"Warga yang kena pukul juga tidak mempermasalahkan karena merasa ini gangguan setelah ritual di Cina," katanya.

DN diketahui merupakan ASN yang berdomisili di Desa Parippung, Kecamatan Barebbo, Kabupaten Bone.

Menurut Rusdi, DN tidak memiliki riwayat gangguan jiwa. Polisi menyebut perubahan perilaku tersebut terjadi setelah DN menjalankan ritual, yang oleh pihak terkait dikaitkan dengan kondisi kerasukan.

"Tidak ada riwayat gangguan jiwa," ujar Rusdi.

Setelah kejadian, DN telah dibawa pulang oleh keluarganya. Tidak ada laporan lanjutan dari warga yang terlibat dalam kejadian tersebut.

Nama Arung Palakka yang disebut DN pun memiliki tempat tersendiri dalam sejarah Bone.

Arung Palakka merupakan Raja Bone ke-15 yang memerintah pada 1672 hingga 1696. Ia dikenal sebagai salah satu tokoh penting dalam sejarah Bugis dan Kerajaan Bone.

Arung Palakka tercatat memimpin perlawanan terhadap dominasi Kesultanan Gowa atas Bone. Dalam perjuangannya, ia bersekutu dengan VOC dalam Perang Makassar yang berlangsung pada 1666 hingga 1669.

Persekutuan tersebut kemudian membantu Arung Palakka mengembalikan kekuasaan Kerajaan Bone. Namanya pun hingga kini melekat kuat dalam sejarah dan ingatan masyarakat Bone.

Baca Juga: Hari Pramuka ke-65, Gubernur Sulsel dan Mentan RI Lepas Ribuan Peserta Jalan Sehat di Bone

Polisi memastikan persoalan tersebut telah diselesaikan secara kekeluargaan. DN juga telah dibawa pulang oleh keluarganya.

Kontributor : Lorensia Clara Tambing

Load More