- Sekretaris DPRD Bone Andi Muchlis berupaya membujuk korban selama tiga hari tiga malam untuk mediasi sejak 28 Juli 2026.
- Korban Yuli Nofita Sari melaporkan dugaan penganiayaan oleh Ketua DPRD Bone dan mengajukan sebelas saksi kepada pihak kepolisian.
- Terlapor Andi Tenri Walinonong membantah tudingan penganiayaan tersebut serta berencana melaporkan balik korban atas dugaan pencemaran nama baik.
SuaraSulsel.id - Sekretaris DPRD Bone, Sulawesi Selatan Andi Muchlis mengungkapkan telah berupaya menjadi penengah dalam kasus dugaan penganiayaan yang menyeret Ketua DPRD Bone, Andi Tenri Walinonong terhadap staf PPPK paruh waktu, Yuli Nofita Sari (29).
Andi Muchlis bahkan mengaku berusaha membujuk korban selama tiga hari tiga malam agar bersedia membuka ruang mediasi. Namun seluruh upaya tersebut tidak membuahkan hasil.
"Prinsipnya saya mendekati korban atas inisiatif sendiri. Saya datangi berkali-kali. Ditolak pun saya tidak bergeming, sampai tengah malam, tiga hari tiga malam," kata Andi Muchlis, Selasa, 28 Juli 2026.
Ia menjelaskan upaya mediasi dilakukan sejak awal, bahkan sebelum Yuli resmi melaporkan dugaan penganiayaan itu ke Polres Bone.
Saat menerima informasi adanya insiden yang melibatkan salah seorang staf di Bagian Umum DPRD Bone, ia langsung berkoordinasi dengan Kepala Bagian Umum.
"Begitu saya dapat informasi ada insiden yang melibatkan staf Bagian Umum, saya langsung koordinasi dengan kabagnya. Saya minta korban datang supaya bisa berbicara, tetapi saat itu dia tidak mau datang. Itu masih di awal-awal kejadian," ujarnya.
Menurut Andi Muchlis, dirinya tidak pernah berniat menghalangi langkah hukum korban.
Sebaliknya, ia mengaku siap mendukung keputusan apa pun yang diambil Yuli, termasuk jika memilih menempuh jalur hukum atau mempublikasikan peristiwa tersebut ke masyarakat.
"Saya sampaikan saya ini pimpinanmu, saya juga saudaramu. Apa pun langkah yang akan diambil saya dukung. Mau diviralkan saya dukung, mau lapor polisi saya antar," tuturnya.
Baca Juga: Harta Ketua DPRD Bone Disorot, KPK: Kalau Tidak Benar Kami Tindak
Meski demikian ia berharap korban tidak mengambil keputusan dalam kondisi emosi. Ia meminta Yuli menenangkan diri terlebih dahulu agar setiap langkah yang diambil benar-benar dipertimbangkan secara matang.
"Saya hanya minta tenangkan diri dulu supaya langkah yang diambil tepat dan tidak merembet ke mana-mana. Semua persoalan kalau diselesaikan dalam keadaan emosi biasanya tidak efektif," katanya.
Andi Muchlis mengakui tujuan utama mediasi yang dilakukannya adalah mempertemukan kedua belah pihak agar persoalan dapat diselesaikan secara damai. Namun ia menyadari ada batas kewenangan yang dimilikinya.
"Saya hanya ingin anak ini membuka hati, berbesar hati supaya bisa duduk bersama. Saya sudah berupaya semaksimal mungkin, tetapi ada hal-hal yang memang tidak bisa saya intervensi karena kedua pihak tidak bisa dipaksa," ujarnya.
Setelah perkara masuk ke ranah hukum, Andi Muchlis memilih tidak banyak berkomentar mengenai substansi kasus.
Ia menegaskan akan menyerahkan sepenuhnya proses pembuktian kepada penyidik dan hanya akan menyampaikan apa yang diketahuinya saat dimintai keterangan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kajian UGM: Durasi Pidato Prabowo Naik Tiga Kali Lipat, Ucapan Tidak Pantas Tercatat 311 Kali
- 3 Sepatu Puma Tanpa Tali yang Nyaman Buat Jalan, Bergaya hingga Lari
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- 5 HP OPPO Terbaru di Indonesia, dari Midrange Tangguh hingga Flagship Superior
- Buntut Panjang RI Pangkas Ekspor Gas, Bahlil Kini Ketakutan Impor Pertalite Distop Singapura
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Usai Dilantik Jadi Bupati Gowa, Darmawangsyah Muin Langsung Dihadapkan PR Besar
-
Ikan Endemik Terancam Punah, Aturan Pelepasliaran Ikan Asing Diperketat
-
850 Alat Perekam Pajak Disebar di Palu, Sasar Restoran hingga Tempat Hiburan
-
Nyaris Putus Sekolah Karena Ayah Sopir dan Ibu di Malaysia, Senyum Hudiana Merekah di Sekolah Rakyat
-
Darmawangsyah Muin Dilantik Jadi Bupati Gowa Sore Ini