- Seorang ASN berinisial DN mengamuk dan menyerang warga di Bone pada Senin, 17 Agustus 2026.
- DN melakukan tindakan tersebut setelah menjalani ritual di sungai dan mengaku sebagai Raja Bone Arung Palakka.
- Kasus berakhir damai dan DN langsung diserahkan kepada pihak keluarganya tanpa proses hukum lanjutan.
SuaraSulsel.id - Perjalanan seorang aparatur sipil negara (ASN) berinisial DN ke sebuah sungai di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan untuk menjalankan ritual berujung di luar dugaan.
Alih-alih pulang dengan tenang, pria tersebut justru mengamuk hingga membuat warga Desa Tanete Harapan, Kecamatan Cina, Kabupaten Bone kewalahan.
Saking sulitnya dikendalikan, DN akhirnya terpaksa diikat pada sebatang pohon oleh warga. Video saat DN diikat kemudian beredar di media sosial dan menjadi perhatian warganet.
Belakangan diketahui, peristiwa tersebut sebenarnya terjadi pada Senin, 17 Agustus 2026. Video kejadian itu baru ramai beredar beberapa hari kemudian.
Kapolsek Cina, Iptu Muh Rusdi membenarkan kejadian tersebut. Ia mengungkapkan pria dalam video merupakan seorang ASN yang sebelumnya datang ke sungai bersama keluarganya untuk menjalankan ritual.
"Pria di video itu ASN dan melakukan ritual di sungai. Dia mengaku dirinya sebagai Arung Palakka," kata Rusdi, Kamis, 20 Agustus 2026.
Cerita bermula ketika DN bersama keluarganya mendatangi sebuah sungai di wilayah Kecamatan Cina. Dalam ritual tersebut, mereka membawa sejumlah benda pusaka, di antaranya keris dan badik.
Awalnya ritual berjalan sebagaimana mestinya. Namun suasana berubah ketika rombongan tersebut dalam perjalanan pulang.
Di dalam mobil, DN tiba-tiba mengamuk. Menurut polisi, ia bahkan diduga memukul anggota keluarganya sendiri.
Baca Juga: Hari Pramuka ke-65, Gubernur Sulsel dan Mentan RI Lepas Ribuan Peserta Jalan Sehat di Bone
Keributan tak berhenti setelah DN turun dari kendaraan. Emosinya disebut semakin tidak terkendali dan ia kemudian menyerang sejumlah warga yang berada di sekitar lokasi.
Warga yang berada di lokasi pun mencoba mengamankan DN. Namun, upaya tersebut tidak mudah.
Karena terus memberontak dan dikhawatirkan melukai orang lain, warga akhirnya mengambil langkah darurat. DN diikat pada sebatang kayu hingga situasi benar-benar terkendali.
"Dia pukuli orang termasuk keluarganya sendiri makanya diamankan (diikat)," ujar Rusdi.
Setelah DN berhasil diamankan, warga kemudian menunggu kedatangan polisi dan pihak keluarganya.
Rusdi mengatakan DN kemudian diserahkan kepada keluarganya untuk dibawa pulang. Polisi menyebut persoalan tersebut tidak berlanjut ke proses hukum karena warga yang sempat menjadi korban pemukulan tidak mempermasalahkannya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Total Dana Korban Penipuan Tembus Rp811,1 Miliar, Sebanyak 702.833 Rekening Diblokir
- Media Inggris: FIFA ASEAN Cup Akal-akalan Infantino Pertahankan Posisi, Prabowo Kena Prank
- Arti Mimpi Ketemu Orang yang Sudah Meninggal tapi Tidak Bicara Menurut Primbon Jawa
- Menyakitkan Para Pencari Kerja, Guru Besar UGM: Perbuatan Gibran Tercela, Harus Diselesaikan
- Profil Suhartoyo, Ketua MK yang Menolak Gugatan Soal Ijazah Gibran
Pilihan
-
Polri Gerebek Sarang Narkoba Kampung Boncos dan Ambon! Operasi Masih Berlangsung
-
Prabowo Mau Ganti Panglima TNI dan Jaksa Agung Pekan Ini, Tapi...
-
Polisi Dalami Dugaan Pemalsuan Suket Pendidikan Gibran
-
PDI Perjuangan: Gibran Lebih Baik Mundur dari Wapres
-
Satgas PKH Pamer Tumpukan Duit Rp13 Triliun Hasil Penyelamataan Keuangan Negara di Hadapan Prabowo
Terkini
-
Dukung Diversifikasi Portofolio, BRI Tambah 3 Pilihan Reksa Dana Eastspring
-
Keluarga Korban Geng Motor di Makassar Murka, Sebut Pernyataan Polrestabes 'Piti Kana-kanai'
-
Gubernur Sulsel Singgung Kualitas Udara Makassar, Diprediksi Makin Buruk
-
Skakmat Peramal 'Indonesia Kolaps', Prabowo: Saya Lihat Langsung Masa Depan Indonesia Cerah
-
Kronologi 'COD' Geng Motor Warmen 27 Vs Tabe 22 di Makassar, 1 Tewas