Andi Ahmad S
Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:54 WIB
Kepanikan warga di Pelabuhan Laurentius Say, Maumere, Kabupaten Sikka saat gempa NTT. [Suara.com/istimewa]
Baca 10 detik
  • Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang timur laut Mbay, Nusa Tenggara Timur, pada hari Sabtu pukul 04.58 WIB.
  • BMKG menyatakan gempa berkedalaman 15 kilometer tersebut berpotensi tsunami dan mengeluarkan peringatan dini bagi sejumlah wilayah terdampak.
  • Ratusan warga di Puncak Majapahit melakukan evakuasi mandiri dan gelombang tsunami terdeteksi di beberapa daerah seperti Ende.

BMKG sendiri meminta pemerintah daerah yang berada di wilayah berpotensi terdampak untuk segera mengarahkan masyarakat melakukan evakuasi.

Peringatan tersebut menjadi penting karena tsunami dapat tiba dalam waktu relatif singkat setelah gempa kuat terjadi. Masyarakat di kawasan pesisir diminta tidak kembali ke rumah atau mendekati pantai hanya karena kondisi laut sementara terlihat kembali normal.

Gelombang Terdeteksi di Sejumlah Wilayah

Sementara itu, pemutakhiran informasi BMKG menunjukkan adanya gelombang tsunami yang terdeteksi di sejumlah wilayah setelah gempa M7,7 tersebut.

BMKG mencatat antara lain gelombang di Maurole, Ende, dengan ketinggian 0,94 meter. Gelombang juga terdeteksi di Labuan Bajo sebesar 0,36 meter, Pelabuhan Kewapante-Sikka 0,38 meter, serta beberapa lokasi lainnya.

Data tersebut menunjukkan bahwa dampak gempa tidak hanya dirasakan di sekitar episentrum.

Gempa yang terjadi di wilayah Nusa Tenggara Timur tersebut juga memicu kewaspadaan di sejumlah daerah lain yang berada di kawasan perairan selatan Indonesia, termasuk Sulawesi Selatan.

Hingga Sabtu pagi, warga di wilayah yang masuk dalam kawasan peringatan diminta tetap waspada dan mengikuti perkembangan informasi resmi.

Prioritas utama saat peringatan tsunami adalah menjauh dari pantai dan mencari tempat yang lebih tinggi.

Baca Juga: Pasca Gempa: Kendaraan Besar Dilarang Melintas di Jembatan III Palu

Di Pulau Pasimarannu, ratusan warga yang telah bergerak menuju Puncak Majapahit menjadi gambaran kepanikan masyarakat menghadapi ancaman tersebut.

Kontributor : Lorensia Clara Tambing

Load More