Muhammad Yunus
Rabu, 17 Juni 2026 | 13:08 WIB
Wali Kota Palu Hadianto Rasyid meninjau kondisi jembatan III Palu untuk memastikan keamanan dan kelayakan jembatan sebelum kembali digunakan oleh masyarakat [SuaraSulsel.id/ANTARA/HO-Humas Pemkot Palu]
Baca 10 detik
  • Pemerintah Kota Palu membuka kembali Jembatan III bagi kendaraan ringan pasca gempa magnitudo 6,7 pada Selasa (16/6).
  • Kendaraan besar dilarang melintas dan dialihkan ke jalur lain guna menjaga keamanan konstruksi jembatan setelah gempa.
  • Petugas Dishub dan Satpol PP diperintahkan melakukan pengawasan ketat secara berkelanjutan untuk memastikan kepatuhan pengguna jalan tersebut.

SuaraSulsel.id - Pemerintah Kota Palu membuka kembali akses Jembatan III Palu secara terbatas bagi kendaraan ringan setelah dilakukan peninjauan terhadap kondisi jembatan pasca-gempa bumi magnitudo 6,7 mengguncang Sulawesi Tengah, Selasa (16/6).

Wali Kota Palu Hadianto Rasyid di Palu, mengatakan peninjauan untuk memastikan keamanan dan kelayakan jembatan sebelum kembali digunakan masyarakat.

Ia menegaskan Jembatan III Palu dapat kembali difungsikan, namun hanya kendaraan pribadi berukuran kecil dan kendaraan bermotor roda dua.

“Jembatan III dibuka kembali untuk kendaraan ringan. Sementara kendaraan besar, termasuk mobil minibus dan angkutan berukuran besar lainnya, diarahkan untuk melintasi Jembatan IV atau Elevated Road,” katanya, Rabu 17 Juni 2026.

Menurut dia, kebijakan tersebut diambil sebagai langkah antisipatif guna mengurangi beban lalu lintas pada Jembatan III sembari menunggu hasil pemeriksaan teknis lebih lanjut terhadap kondisi konstruksi jembatan.

Selain mengatur pembatasan jenis kendaraan yang melintas, Pemerintah Kota Palu memperketat pengawasan di lapangan untuk memastikan kebijakan tersebut berjalan sesuai ketentuan.

Ia menginstruksikan petugas Dinas Perhubungan Kota Palu dan Satuan Polisi Pamong Praja Kota Palu melakukan pengawasan secara optimal selama akses jembatan kembali dibuka.

Ia juga menegaskan tidak boleh terjadi kekosongan petugas saat pergantian jadwal kerja di lokasi.

“Sebelum petugas yang bertugas saat ini meninggalkan lokasi, petugas pada sif berikutnya harus sudah berada di tempat. Jangan sampai ada jeda yang menyebabkan pengawasan tidak berjalan,” ujarnya.

Baca Juga: 13 Kali Gempa Susulan Terjadi di Palu, Ini Imbauan Terbaru BNPB

Ia mengatakan kehadiran petugas secara berkelanjutan sebagai penting untuk memastikan masyarakat mematuhi aturan yang telah ditetapkan sekaligus menjaga keamanan dan kelancaran arus lalu lintas di kawasan Jembatan III.

Pemerintah Kota Palu akan terus melakukan pemantauan dan evaluasi terhadap kondisi jembatan serta perkembangan situasi di lapangan pasca-gempa.

Ia mengimbau masyarakat mematuhi arahan petugas dan menggunakan jalur alternatif yang telah ditetapkan demi keselamatan bersama.

Jembatan III Palu ditutup sementara setelah gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,7 yang mengguncang Sulawesi Tengah menyebabkan keretakan pada sejumlah bagian jembatan sehingga diperlukan pemeriksaan dan evaluasi lebih lanjut terhadap kondisi konstruksinya.

BMKG melaporkan peristiwa gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 6,7 mengguncang wilayah Palu, Sulawesi Tengah, Selasa (16/6), pukul 10.27 WIB. BMKG mengonfirmasi episentrum atau pusat gempa bumi tersebut terletak di darat pada koordinat 1,13 Lintang Selatan dan 120,23 Bujur Timur atau tepatnya berlokasi di 42 kilometer arah tenggara Kota Palu.

Gempa bumi tersebut berkategori dangkal dengan kedalaman pusat gempa mencapai 10 kilometer, namun hasil pemodelan matematis menunjukkan aktivitas seismik ini tidak berpotensi memicu terjadinya tsunami.

Load More