- Pemerintah menyusun Peraturan Presiden untuk menjadikan Koperasi Desa Merah Putih sebagai pusat distribusi seluruh bantuan sosial.
- Sebanyak 35 ribu koperasi desa dibentuk guna mengatasi kendala distribusi dan memperkuat perekonomian masyarakat tingkat desa.
- Pemerintah juga menggagas program Kampung Nelayan Merah Putih untuk meningkatkan kesejahteraan nelayan dari jeratan tengkulak.
SuaraSulsel.id - Pemerintah pusat tengah menyiapkan perubahan besar dalam mekanisme penyaluran bantuan sosial atau bansos dan berbagai subsidi kepada masyarakat.
Ke depan seluruh bantuan pemerintah untuk masyarakat miskin direncanakan akan disalurkan melalui Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih yang kini sedang dibentuk di seluruh Indonesia.
Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan mengungkapkan pemerintah saat ini sedang menyusun Peraturan Presiden (Perpres) yang akan menjadi dasar hukum penguatan peran Kopdes Merah Putih sebagai ujung tombak pelayanan pemerintah hingga tingkat desa.
"Bulan September ini saya sedang susun Perpres (Peraturan Presiden). Jadi ini akan kuat sekali nanti Kopdes ini akan powerful bantuan-bantuan pemerintah," kata Zulkifli Hasan saat menghadiri Seminar Nasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Kantor Gubernur Sulawesi Selatan, Selasa, 4 Agustus 2026.
Kata Zulhas, selama ini pemerintah memiliki berbagai program bantuan bagi masyarakat, namun belum memiliki infrastruktur distribusi yang benar-benar menjangkau hingga tingkat desa. Akibatnya, penyaluran bantuan maupun operasi pasar dinilai belum berjalan maksimal.
Melalui Kopdes Merah Putih, seluruh bantuan pemerintah nantinya akan dipusatkan dalam satu sistem distribusi.
Mulai dari bantuan sosial Kementerian Sosial, bantuan pangan berupa beras, bantuan tunai, pupuk bersubsidi, barang-barang bersubsidi, hingga penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan program Mekaar akan dilakukan melalui koperasi desa.
"Bantuan sosial dari Kemensos seluruhnya ke Kopdes. Bantuan pangan juga melalui Kopdes. Berasnya Kopdes yang bagikan, bantuan tunai juga melalui Kopdes. Bahkan akan diantar sampai ke rumah-rumah masyarakat," ujarnya.
Tidak hanya itu, distribusi pupuk subsidi dan berbagai komoditas bersubsidi lainnya juga akan dilakukan melalui jaringan koperasi tersebut.
Baca Juga: BRI Perkuat Pembiayaan Perumahan, Presiden Prabowo Subianto Pimpin Akad 62 Ribu KPR FLPP
"Barang subsidi, barang bantuan, semua melalui Koperasi Desa Merah Putih. Sebentar lagi Perpresnya selesai," tegas Ketua Umum PAN itu.
Zulhas menjelaskan keberadaan Kopdes Merah Putih bukan sekadar membangun koperasi baru, melainkan menghadirkan infrastruktur pemerintah di tingkat desa yang selama ini belum tersedia.
Ia mencontohkan ketika harga minyak goreng atau kebutuhan pokok melonjak, pemerintah selama ini hanya menggelar operasi pasar melalui pasar tradisional. Namun menurutnya, mekanisme tersebut kerap tidak efektif karena pemerintah tidak memiliki jaringan distribusi langsung kepada masyarakat.
"Kalau nanti sudah ada 80 ribu Kopdes Merah Putih, pemerintah punya infrastruktur yang kuat sampai desa," katanya.
Saat ini sekitar 35 ribu Kopdes Merah Putih telah terbentuk hingga akhir tahun. Pemerintah menargetkan jumlah tersebut terus bertambah hingga menjangkau seluruh desa di Indonesia.
Selain menjadi pusat distribusi bantuan, koperasi desa juga diproyeksikan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Berita Terkait
Terpopuler
- Bagaimana Cara Cek NIK Terindikasi Judol atau Tidak? Begini Langkah Mudahnya
- Buruh di Jogja Geruduk Kantor Gubernur DIY, Tantang Sultan Buktikan Keistimewaan untuk Pekerja
- KPK Ungkap Riwayat Tanah Kavling Pesantren Darul Istiqamah Maros, Minta Hak Warga Dituntaskan
- Cegah Papua Jadi 'Sudan Kedua', Pemerintah Diminta Tarik Pendekatan Militeristik dan Buka Dialog
- 5 Eye Cream Kemasan Jar untuk Bikin Area Mata Tampak Cerah dan Awet Muda
Pilihan
-
WNI 18 Tahun Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Ada Barbuk 25 Kg Sabu dan Heroin
-
Akhirnya Buka Suara Usai KPK Usut Korupsi di ATR/BPN, Ini Penjelasan Lengkap Nusron Wahid
-
Pria yang Tendang Perempuan di Senayan City Ditangkap Polisi!
-
Usut Dugaan Korupsi KSO Pertamina EP, Kejagung Geledah Kantor Setda hingga Bapenda Kota Bekasi
-
Mekkah Diserang Houthi, Kemlu Minta WNI Hati-hati di Arab Saudi
Terkini
-
Borong Dua Penghargaan Kemendagri, Gubernur Sulsel Bawa Pulang Insentif Miliaran Rupiah
-
JATAM Gugat Gubernur, Kapolda, dan Bupati Parigi Moutong Terkait Tambang Emas
-
Antrean BBM Mengular di Kendari, Pertamina Tambah Pasokan Hingga 59 Persen
-
Gaji PPPK Aman! Mendagri Tito Pastikan Tak Ada Honorer Dirumahkan
-
PERADI Profesional dan Unhas Siapkan PPA, Target Lahirkan Advokat Beretika