- Dokter muda Siti Zahra ditemukan meninggal dunia di Apartemen Kalibata City, Jakarta Selatan, pada 26 Juli 2026.
- Kepolisian bersama Kementerian Kesehatan saat ini masih melakukan penyelidikan mendalam untuk mengetahui penyebab pasti kematian korban.
- Jenazah almarhumah telah diterbangkan ke Makassar dan dimakamkan di TPU Kandea pada Senin, 27 Juli 2026.
SuaraSulsel.id - Kepergian dr Siti Zahra Maghfira meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, rekan sejawat, dan dunia kedokteran.
Dokter muda berusia 25 tahun itu ditemukan meninggal dunia di Apartemen Kalibata City, Pancoran, Jakarta Selatan, pada Minggu, 26 Juli 2026.
Hingga kini penyebab pasti kematiannya masih dalam penyelidikan kepolisian dan penelusuran Kementerian Kesehatan (Kemenkes).
Siti Zahra diketahui merupakan dokter peserta Program Internsip Dokter Indonesia (PIDI), bukan peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) sebagaimana sempat beredar di media sosial.
Sejak Mei 2026, ia menjalani program internship di RS Sentra Medika Cisalak, Depok, Jawa Barat.
Jenazah almarhumah kemudian diterbangkan ke Makassar dan dimakamkan pada Senin 27 Juli 2026 di TPU Kandea.
Alumni Fakultas Kedokteran Unhas
Siti Zahra merupakan alumnus Program Studi Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin (Unhas) angkatan 2019.
Kepala Subdirektorat Hubungan Masyarakat dan Dokumentasi Unhas, Ishaq Rahman membenarkan status akademik almarhumah.
Baca Juga: Waspadai Tanda-tanda yang Mengarah pada Masalah Katup Jantung
Berdasarkan data Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDikti), Siti Zahra menyelesaikan pendidikan sarjananya pada Semester Awal Tahun Akademik 2022/2023.
"Iya, betul. Almarhum menyelesaikan pendidikan di Unhas angkatan 2019," ujar Ishaq, Senin, 27 Juli 2026.
Setelah lulus pendidikan sarjana, Siti Zahra melanjutkan pendidikan profesi dokter pada Semester Akhir 2022/2023 atau Februari 2023 dan menuntaskannya pada Semester Ganjil Tahun Akademik 2025/2026.
Semasa menjadi mahasiswa, kata Ishaq, Siti menyusun skripsi mengenai faktor-faktor penyebab infertilitas primer pada perempuan menggunakan data pasien di RSUP Dr Wahidin Sudirohusodo Makassar periode 2015-2017.
Penelitian tersebut juga tercatat dalam repositori resmi Universitas Hasanuddin sejak 2022.
Siti Zahra merupakan putri Direktur RSUD Provinsi Sulawesi Barat, dr Musadri Amir Abdullah, Sp.PD. Musadri hingga kini masih menjalankan tugas sebagai direktur rumah sakit tersebut dan sebelumnya pernah bertugas di RS Haji milik Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan.
Ditemukan meninggal di apartemen
Peristiwa yang merenggut nyawa Siti Zahra terjadi di Tower Sakura Apartemen Kalibata City, Jakarta Selatan.
Berdasarkan informasi kepolisian, korban ditemukan di area dak lantai bawah apartemen setelah diduga terjatuh dari lantai 18.
Peristiwa itu pertama kali diketahui sekitar pukul 14.10 WIB ketika petugas keamanan mendengar suara benturan keras dari sekitar Tower Sakura.
Setelah dilakukan pengecekan, petugas menemukan korban dalam keadaan tidak bernyawa dan segera melaporkan kejadian tersebut kepada Polsek Pancoran.
Petugas kepolisian yang tiba di lokasi langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mensterilkan area, serta memeriksa unit apartemen yang diduga menjadi lokasi terakhir korban sebelum ditemukan.
Jenazah kemudian dievakuasi ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati untuk kepentingan pemeriksaan lebih lanjut.
Hingga kini penyidik masih mengumpulkan alat bukti dan meminta keterangan sejumlah saksi guna memastikan rangkaian kejadian yang sebenarnya.
Polisi juga belum menyampaikan hasil pemeriksaan rekaman kamera pengawas (CCTV) maupun hasil pemeriksaan medis yang dapat menjelaskan penyebab pasti kematian korban.
Kemenkes lakukan penelusuran
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya dokter muda tersebut.
Ia menegaskan Kementerian Kesehatan masih melakukan penelusuran secara menyeluruh sebelum menarik kesimpulan mengenai penyebab kematian Siti Zahra.
"Saya sedih sekali kenapa internship ini seperti ini. Saya sudah concern sebelumnya jangan ada lagi yang meninggal," kata Budi.
Menurut Budi, hasil penelusuran sejauh ini belum dapat menyimpulkan adanya hubungan antara peristiwa tersebut dengan dugaan perundungan, beban kerja, maupun persoalan kesehatan jiwa tertentu.
Sebagai langkah awal, Kemenkes akan meminta seluruh peserta Program Internsip Dokter Indonesia maupun Program Pendidikan Dokter Spesialis kembali menjalani skrining kesehatan jiwa.
Pemeriksaan itu dimaksudkan agar peserta yang menunjukkan tanda-tanda tekanan psikologis atau memiliki risiko menyakiti diri dapat memperoleh pendampingan lebih dini.
Namun, kebijakan tersebut tidak dapat dimaknai bahwa Siti Zahra memiliki riwayat gangguan kesehatan jiwa. Hingga saat ini, hasil penyelidikan mengenai penyebab kematiannya masih belum diumumkan.
Kasus ini muncul di tengah evaluasi nasional terhadap penyelenggaraan program internship dokter setelah beberapa dokter muda meninggal dunia sepanjang 2026.
Sebelumnya, pada Mei 2026, Kementerian Kesehatan telah mengumumkan sejumlah langkah perbaikan, di antaranya pembatasan jam kerja maksimal 40 jam per pekan, perlindungan hak cuti sakit, pemeriksaan kesehatan berkala, serta penguatan lingkungan kerja yang lebih aman dan manusiawi bagi dokter muda.
Hingga kini, proses penyelidikan masih berlangsung. Karena itu, berbagai informasi yang mengaitkan kematian dr Siti Zahra Maghfira dengan dugaan perundungan, tekanan pekerjaan, persoalan pribadi, maupun kondisi kesehatan tertentu belum dapat dipastikan kebenarannya.
Kontributor : Lorensia Clara Tambing
Berita Terkait
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Tak Terima Disita, Pemilik Emas dan Uang Sitaan Kejagung di Kasus Febrie Bakal Ajukan Praperadilan
- Serum Viva untuk Flek Hitam Warna Apa? Ini 2 Varian Terbaiknya
- 5 Rekomendasi Parfum Aroma Vanilla di Alfamart, Wangi Mewah Tahan Lama untuk Harian
Pilihan
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
-
Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
Terkini
-
Pemuda Sinjai Merantau Demi Biayai Adik, Tewas Dikeroyok Massa
-
Dugaan Asusila Guru SD di Patimpeng Bone Disorot, SEMMI: Tolak Damai !
-
Unhas Ungkap Riwayat Akademik Siti Zahra, Dokter Internship Ditemukan Tewas di Kalibata City
-
Dituduh Curi Motor, Pria Asal Sinjai Tewas Dikeroyok Massa di Indomaret
-
Gubernur Sulsel Ground Breaking Ruas Rantepao-Pangala-Baruppu