- Prof. Dr. dr. Yoga Yuniadi mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan gejala awal gangguan katup jantung demi mencegah komplikasi berat.
- Gejala umum kebocoran katup jantung mencakup sesak napas, cepat lelah, kaki bengkak, serta detak jantung yang terasa tidak teratur.
- Penanganan kebocoran katup jantung dapat dilakukan melalui prosedur operasi atau metode alternatif MitraClip bagi pasien berisiko tinggi.
SuaraSulsel.id - Dokter spesialis jantung dan pembuluh darah konsultan intervensi dan konsultan aritmia Prof. Dr. dr. Yoga Yuniadi, Sp.JP(K), FIHA menyampaikan bahwa gejala-gejala yang mengarah pada masalah katup jantung tidak boleh dianggap enteng.
"Sayangnya di kita, di orang Indonesia ini, kan suka menganggap keluhan sedikit-sedikit itu biasa saja. Nanti kalau sudah parah banget, kalau sudah jalan 100 meter enggak bisa, baru datang," katanya dalam acara Primaya Hospital Kelapa Gading di Jakarta, Sabtu (27/6)
"Jangan terlalu menganggap enteng, 'ah bocor dikit enggak apa-apalah'. Ini bocor halus katup jangan dibiarkan, lama-lama jadi besar," kata Guru Besar Kardiologi dan Aritmia Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia itu.
Ia mengatakan bahwa jantung memiliki empat katup, yaitu katup trikuspid, katup mitral, katup aorta, dan katup pulmonal.
Gangguan pada katup jantung dapat berupa katup yang terlalu rapat sehingga sulit terbuka atau kebocoran katup.
Menurut Prof. Yoga, gejala kebocoran katup jantung bisa berupa sesak napas, cepat lelah, dan kaki bengkak.
Tanda masalah jantung yang lain mencakup rasa nyeri atau ketidaknyamanan pada dada, dada berdebar-debar, dan denyut jantung tidak teratur.
"Kalau di bawah 35 persen itu adalah penurunan kemampuan pompa yang berat. Biasanya kalau orang di bawah 35 persen itu jalan 100 meter aja juga udah sesak," kata Prof. Yoga.
Ia menyampaikan bahwa kebocoran katup bisa bersifat degeneratif atau fungsional. Dalam hal ini, struktur katup jantung masih cukup bagus, tidak ada kelainan katup yang signifikan kecuali tidak koaptasi atau tidak menyatu ketika seharusnya menyatu atau menutup dengan baik.
Baca Juga: Sering Duduk Terlalu Lama? Ini 3 Skrining Urologi Wajib Dilakukan Pria Sebelum Usia 40
Sedangkan dalam kelainan katup jantung yang sifatnya struktural, ada anomali atau kelainan pada katup jantung. Misalnya, kelainan kongenital yang disebut Barlow Syndrome.
Prof. Yoga mengatakan bahwa kebocoran katup jantung yang bersifat fungsional masih bisa diperbaiki.
"Misalnya, orang dengan mengalami kebocoran katup yang fungsional ada orang muda, kemudian pompanya masih bagus, maka dia lebih baik dioperasi," katanya.
"Ketika operasi tidak bisa dilakukan karena ada kondisi-kondisi yang menyebabkan dia terlalu berisiko, MitraClip ini menjadi alternatif," katanya merujuk pada opsi penanganan masalah katup jantung tanpa operasi menggunakan alat yang disebut MitraClip.
Berita Terkait
Terpopuler
- Sosok Arnold Aristoteles, Mantan Jenderal yang Dimarahi Menteri PU Dody Hanggodo
- Apakah Kulkas Harus Dimatikan saat Membersihkan Bunga Es? Begini Cara yang Benar
- Urutan Pemakaian Air Mawar, Moisturizer, dan Sunscreen di Pagi Hari yang Tepat
- 15 Kode Redeem FF Terbaru 27 September 2026, Lengkap Trik Jitu Dapatkan Bundle Sasuke
- 9 Bedak Padat dan Tabur Terbaik di Indomaret di Bawah 50 Ribu
Pilihan
-
Masinis Argo Bromo Anggrek Jadi Tersangka Kecelakaan Kereta di Bekasi
-
Jejak Aparat pada Kematian Pedagang Cermin saat Demo 27 Agustus 2026
-
Hasil Rapat Haji di Istana, Masa Tunggu Jadi 14 Tahun
-
Hasil Investigasi di Lapas Cibinong: Kulkas Berisi Miras hingga Perabotan Mewah Milik Kasi Kamtib
-
Bayi Dua Hari Ditinggalkan dalam Kardus, Tangisnya Bongkar Misteri di Depan Rumah Warga
Terkini
-
Pemuda Tewas Tertembak Saat Tawuran di Makassar, 11 Polisi Diperiksa Propam
-
Petani Bulukumba Optimistis Bisa Panen Padi 3 Kali Setahun
-
Mobil Hilang Kendali dan Terguling, 3 Anggota Damkar Pangkep Gugur
-
Desain Baru Gedung DPRD Sulsel Lebih Mewah, Ada Ruang Pribadi dan Parkir 130 Kendaraan
-
Mengenang Anthonius: Selamatkan Ratusan Nyawa Penumpang Pesawat di Palu