- Gubernur Sulsel menemui Kepala Basarnas di Jakarta pada 22 Juli 2026 untuk mengusulkan penambahan armada dan personel penyelamat di Kepulauan Selayar.
- Tragedi KM Nurul Salsa mencatatkan 59 korban selamat, tiga meninggal dunia, serta 16 orang yang masih dalam pencarian.
- Basarnas memperpanjang operasi pencarian selama tiga hari dengan mengerahkan 200 personel gabungan serta berbagai armada laut dan udara.
SuaraSulsel.id - Tragedi tenggelamnya KM Nurul Salsa di perairan Kepulauan Selayar menjadi alarm bagi Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan untuk memperkuat sistem pencarian dan penyelamatan di wilayah kepulauan.
Di tengah masih berlangsungnya operasi pencarian korban, Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman menemui Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) RI, Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, di Jakarta, Rabu, 22 Juli 2026.
Pertemuan tersebut tak hanya membahas perkembangan pencarian korban, tetapi juga melahirkan usulan penting agar kapasitas Basarnas di Selayar diperkuat.
Didampingi Bupati Kepulauan Selayar Muh Natsir Ali dan Bupati Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) Muh Yusran Lalogau, Andi Sudirman mengajukan penambahan armada kapal penyelamat, termasuk fast boat atau kapal cepat, serta peningkatan jumlah personel yang siaga secara permanen di Kabupaten Kepulauan Selayar.
Menurut Andi Sudirman, keberadaan armada dan personel yang lebih memadai menjadi kebutuhan mendesak mengingat wilayah kepulauan di Sulawesi Selatan memiliki tingkat kerawanan kecelakaan laut yang cukup tinggi.
"Kami mengajukan peningkatan kapasitas pangkalan Basarnas di Pulau Selayar dan penambahan armada kapal, termasuk fast boat, serta personel yang siaga di Kabupaten Kepulauan Selayar," kata Andi Sudirman.
Ia menjelaskan usulan tersebut merupakan langkah antisipatif untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi cuaca ekstrem yang kerap mengancam keselamatan nelayan maupun kapal penyeberangan antarpulau.
Dengan dukungan armada yang lebih cepat dan personel yang selalu siaga, proses evakuasi diharapkan dapat dilakukan lebih cepat ketika terjadi kecelakaan laut.
Andi Sudirman berharap tragedi KM Nurul Salsa menjadi perhatian pemerintah pusat sehingga penguatan sarana dan prasarana penyelamatan di wilayah kepulauan Sulawesi Selatan dapat segera direalisasikan.
Baca Juga: Foto Terakhir di KM Nurul Salsa: Kakek 80 Tahun Rela Melepas Pelampung Demi Sang Cucu
"Semoga dengan pertemuan ini menjadi perhatian nasional mengingat angka kejadian serupa cukup tinggi di wilayah kepulauan, khususnya Selayar, Pangkep, maupun daerah kepulauan lainnya di Sulawesi Selatan," ujarnya.
Selain menyampaikan usulan tersebut, gubernur juga melaporkan perkembangan operasi pencarian korban KM Nurul Salsa yang hingga kini masih terus berlangsung.
Ia memastikan seluruh unsur yang terlibat tetap bekerja maksimal untuk menemukan para korban yang belum ditemukan.
Operasi pencarian melibatkan Basarnas, TNI Angkatan Laut, Polri, pemerintah daerah, serta berbagai unsur potensi SAR yang terus menyisir sejumlah titik di sekitar lokasi tenggelamnya kapal.
Hingga saat ini dari total 78 orang yang berada di atas KM Nurul Salsa, sebanyak 59 penumpang berhasil ditemukan selamat.
Tiga korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, sedangkan sekitar 16 orang lainnya masih dinyatakan hilang.
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- 7 Sepeda Terbaik untuk Pemula Mulai Rp1 Jutaan: dari Hybrid, Lipat hingga City Bike
Pilihan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
-
Sudaryono, Mantan Ajudan Prabowo Akan Gantikan Nanik Jadi Kepala BGN
-
Nanik Mundur dari Kepala BGN, Ini Alasannya
-
Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN, Prabowo Minta Tetap Awasi MBG
Terkini
-
Ketika Harta Ketua DPRD Bone Tinggal Rp100 Juta, LHKPN Ungkap Fakta Mengejutkan
-
Drama Hak Angket DPRD Gowa Berujung Polisi, 45 Anggota Dewan Siap Ambil Langkah Ini
-
Gara-gara Kue, Ketua DPRD Bone Diduga Aniaya Staf PPPK
-
Foto Terakhir di KM Nurul Salsa: Kakek 80 Tahun Rela Melepas Pelampung Demi Sang Cucu
-
Hoaks atau Fakta? Surat Bupati Gowa Minta Mediasi Gubernur Sulsel